RADARBANYUWANGI.ID - PLN UP3 Banyuwangi menggelar simulasi tanggap darurat teror bom dan kebakaran bekerja sama dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Banyuwangi, Polsek Banyuwangi, serta Palang Merah Indonesia (PMI) Banyuwangi pada Jumat (29/8).
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapan seluruh pegawai dalam menghadapi situasi darurat.
Kegiatan ini diikuti oleh pegawai PLN dan Satuan Petugas Keamanan dengan tujuan memberikan pemahaman mengenai pentingnya penerapan Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja (SMK3) di lingkungan perusahaan. Hal ini menjadi langkah penting dalam menjaga keselamatan di sektor kelistrikan.
Manager PLN UP3 Banyuwangi Danang Setiawan menjelaskan bahwa simulasi ini menjadi pedoman bagi seluruh pegawai dan petugas keamanan dalam menghadapi situasi darurat dengan tepat dan cepat.
“Dengan latihan ini diharapkan setiap individu mampu bertindak sigap dan terorganisasi saat menghadapi kondisi darurat sehingga potensi risiko bisa diminimalkan," ujarnya.
Materi terkait penanggulangan kebakaran disampaikan oleh perwakilan Dinas Damkarmat Agus Supriyanto.
Dalam paparannya, Agus menjelaskan tentang berbagai penyebab kebakaran serta langkah-langkah penanggulangannya, termasuk penggunaan alat pemadam api yang tepat sesuai jenis kebakaran.
Selain itu, Andri Kusuma Jaya dari PMI memberikan edukasi dan pelatihan pertolongan pertama dalam menangani keadaan darurat seperti kecelakaan dan bencana.
Simulasi kemudian dilanjutkan dengan latihan evakuasi saat alarm kebakaran berbunyi, penyelamatan korban yang terjebak di dalam gedung, penanganan huru-hara hingga praktik pemadaman api menggunakan hydrant, alat pemadam api ringan (APAR), serta alat tradisional seperti karung goni basah. (sgt)
Editor : Ali Sodiqin