Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Antisipasi Demo, SMA/SMK di Banyuwangi Dilarang Jam Kosong 1–5 September 2025! Siswa Wajib Absen Online

Fredy Rizki Manunggal • Senin, 1 September 2025 | 12:15 WIB
ILUSTRASI siswa bermain UNO saat jam kosong sekolah.
ILUSTRASI siswa bermain UNO saat jam kosong sekolah.

RADARBANYUWANGI.ID - Langkah antisipasi dilakukan berbagai pihak untuk menjaga kondusivitas Banyuwangi di tengah maraknya demonstrasi di berbagai daerah di tanah air.

Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Banyuwangi meminta semua SMA/SMK negeri meniadakan jam kosong sejak hari ini (1/9) hingga Jumat (5/9).

Bahkan, pada Minggu kemarin (31/8) juga meminta kepada seluruh kepala SMA/SMK negeri agar siswanya tetap belajar di rumah.

Tak hanya itu, untuk mencegah para pelajar terlibat dalam aksi unjuk rasa, siswa juga diminta untuk mengirimkan lokasi terkini kepada wali kelas pada pukul 07.00 dan 14.00.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jatim Wilayah Banyuwangi Slamet Riyadi mengatakan, pihaknya juga meminta sekolah berkoordinasi dengan orang tua untuk memastikan anaknya berada di rumah dan tidak bepergian ke luar domisili serta mengerjakan tugas yang diberikan sekolah selama waktu tersebut.

“Minggu kita imbau agar di rumah saja, sebagai langkah antisipasi. Ini sesuai dengan imbauan Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen)," kata Slamet.

Dia menambahkan, langkah ini diambil setelah adanya informasi mengenai ajakan demonstrasi yang disebarkan di grup-grup siswa.

Karena itu, sebagai antisipasi lanjutan, pada Senin (1/9) hingga Jumat (5/9), siswa diwajibkan untuk tetap masuk sekolah seperti biasa. Selain itu, sekolah juga diminta memastikan tidak ada ada jam kosong.

Untuk menjaga keamanan siswa, semua acara di luar sekolah juga dibatalkan sementara.

Event-event apa pun di luar sekolah kita cancel dulu, imbauan ini juga merupakan arahan langsung dari Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala SMKN 1 Glagah Tofik Santoso mengatakan, pihaknya terus bersinergi dengan berbagai pihak untuk memastikan para siswa tidak ikut dalam aksi anarkisme.

Para siswa menurutnya akan tetap melaksanakan pembelajaran normal seperti hari biasa. Baik itu materi praktik maupun teori sejak pagi hingga sore.

"Kita punya 2.400-an siswa dari 12 jurusan. Kelas 12 sudah tersebar di tempat PKL, yang di sekolah ada kelas 10 dan 11," ungkapnya.

Dia pun memahami ada cukup banyak siswa di sekolahnya. Karena itu, koordinasi dengan wali kelas, guru jurusan, bagian kesiswaan hingga kepolisian dilakukan untuk memastikan para siswa tetap beraktivitas seperti biasa selama periode 1 sampai 5 September.

“Absensi kami pantau dari wali kelas. Untuk aspirasi siswa juga kita wadahi supaya tidak sampai ke jalan. Saya lihat kalau siswa lebih banyak aspirasi seputar kebijakan sekolah, kalau politik sepertinya tidak. Kita harap semua tetap kondusif,” pungkasnya. (fre/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#Absen online #sekolah daring #september #antisipasi demo #jam kosong #dinas pendidikan