Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Data Mengejutkan! Ratusan Pelajar Banyuwangi Terindikasi Perokok, Dispendik Gencar Luncurkan Program Sehat

Tim Redaksi Radar Banyuwangi • Kamis, 28 Agustus 2025 | 13:45 WIB
DETEKSI DINI: Siswa menjalani pemeriksaan kesehatan gratis. Salah satu temuannya adalah jumlah pelajar yang terindikasi perokok aktif cukup tinggi.
DETEKSI DINI: Siswa menjalani pemeriksaan kesehatan gratis. Salah satu temuannya adalah jumlah pelajar yang terindikasi perokok aktif cukup tinggi.

RADARBANYUWANGI.ID - Dinas Pendidikan (Dispendik) Banyuwangi terus berupaya menekan angka pelajar perokok melalui program Gerakan Sekolah Sehat (GSS) dan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (KAIH).

Langkah ini telah dilakukan sebelum ditemukannya data tingginya perilaku merokok di kalangan remaja berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan gratis bagi anak dan remaja (usia 7–18 tahun) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Pemeriksaan kesehatan gratis itu telah mencakup 44.917 pelajar di Banyuwangi.

Kepala Dispendik Banyuwangi Suratno mengatakan, dua program unggulan ini dirancang untuk membentuk lingkungan sekolah yang sehat dan mendorong perilaku positif siswa.

“Kami mengimplementasikan GSS dan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat sebagai langkah preventif agar pelajar terhindar dari perilaku merokok,” ujarnya kemarin (27/8).

Kepala Bidang (Kabid) SMP Dispendik Banyuwangi Didik Eko Wahyudi menambahkan, peran aktif pihak sekolah menjadi kunci keberhasilan program ini.

“Kami melibatkan kepala sekolah, wali kelas, kesiswaan, dan guru Bimbingan Konseling (BK) dalam pembinaan langsung kepada siswa. Mereka kami bina secara khusus untuk mendampingi pelajar,” jelasnya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyuwangi Amir Hidayat memaparkan hasil pemeriksaan kesehatan.

“Dari 35.372 pelajar SD yang diperiksa, 792 anak (2,2%) terindikasi perokok aktif. Untuk SMP, dari 8.292 siswa yang diperiksa, 425 siswa (5,1%) terindikasi merokok. Sedangkan di SMA, 179 siswa dari 1.253 anak (14,3%) terindikasi perokok aktif,” ujarnya.

Amir menjelaskan, temuan ini berdasarkan pengakuan siswa dan diperkuat dengan pemeriksaan menggunakan Smokerlyzer, yakni alat untuk mengukur kadar karbon monoksida (CO) dalam napas.

“Kami bekerja sama dengan Dispendik tidak hanya untuk menangani masalah rokok, tetapi juga pencegahan masalah kesehatan lainnya melalui GSS dan program SAS versi 8 (Siswa Asuh Sehati),” pungkasnya. (cw6-M Ksatria Raya/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#Pelajar #dinas pendidikan #perokok #banyuwangi