Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

33 Finalis Jagoan Bisnis Banyuwangi Tunjukkan Ide Gila dan Inovatif, Juri Sampai Speechless!

Tim Redaksi Radar Banyuwangi • Kamis, 28 Agustus 2025 | 12:46 WIB
PENUH SEMANGAT: Peserta Jagoan Bisnis mempresentasikan konsep bisnis secara singkat di hadapan juri di Terminal Pariwisata Terpadu Banyuwangi, Selasa (26/8).
PENUH SEMANGAT: Peserta Jagoan Bisnis mempresentasikan konsep bisnis secara singkat di hadapan juri di Terminal Pariwisata Terpadu Banyuwangi, Selasa (26/8).

RADARBANYUWANGI.ID - Sebanyak 33 dari 181 peserta yang berhasil bertahan pada tahap penyisihan Jagoan Bisnis melaksanakan tahapan post program yang dilaksanakan selama dua hari mulai 25-26 Agustus.

Peserta diberi ruang untuk memaparkan konsep bisnis mereka dan mendapatkan arahan dari mentor profesional secara intens.

Kegiatan post program ini digelar selama dua hari di Terminal Pariwisata Terpadu Banyuwangi, mulai pukul 08.00 hingga 14.00 WIB.  Sejak hari pertama, program ini langsung mencuri perhatian.

Salah satu juri, Adya Priyansyah, mengaku terkesan dengan beragam ide yang ditawarkan para peserta. Menurutnya, potensi bisnis di Banyuwangi ternyata jauh lebih besar dari yang dibayangkan.

Adya menilai ide yang muncul tidak hanya berkutat pada usaha konvensional seperti produk fisik dan kuliner, tetapi juga ada sektor jasa yang inovatif. Salah satunya adalah layanan penitipan koper, yang dianggap memiliki unique selling point dan masih jarang dijumpai di Banyuwangi.

“Kalau kesan pertama justru lebih banyak speechless. Ternyata potensi Banyuwangi sebesar itu. Tidak hanya dari market bisnis produk fisik, tetapi juga dari jasa yang menurut saya breakthrough,” ungkapnya.

Dari segi antusiasme, Adya menilai seluruh peserta tampil penuh semangat. Hal itu terlihat dari kesungguhan mereka membawa visi dan misi masing-masing saat pitching. Meski begitu, ia memberi catatan penting, yaitu konsistensi.

“Kadang ada yang di awal semangat, tapi ketika hasil belum signifikan justru mundur atau pindah ke usaha lain. Padahal kuncinya ya konsisten. Coba terus sampai benar-benar maksimal,” pesannya.

Selain dari penilaian juri, kesan mendalam juga datang dari peserta. Sobirin, owner Cak Soft Cake, mengaku mendapatkan banyak insight dari kegiatan ini.

Mulai dari pengalaman, tambahan ilmu, hingga masukan-masukan dari para mentor.

Salah satu saran yang paling menginspirasi baginya adalah terkait diversifikasi produk agar bisa menjangkau pasar lebih luas.

Masukan yang paling menginspirasi buat Sobirin  adalah tentang membuka produk baru supaya bisa dijual ke luar daerah.

”Kalau produk saya saat ini kan kurangnya tidak bisa dibawa jauh, jadi ada keterbatasan. Dari inspirasi itu saya terpacu untuk mencoba hal baru, mungkin dengan membuka bisnis lain atau mengembangkan varian produk baru,” ujar Sobirin.

Ia menilai program Jagoan Banyuwangi menjadi wadah penting bagi pelaku usaha lokal, terutama generasi muda, untuk terus belajar, berjejaring, dan menemukan peluang baru.

“Saya sangat termotivasi. Harapannya kegiatan seperti ini bisa rutin diadakan, supaya semangat anak muda Banyuwangi terus terjaga,” imbuhnya.

Bagi Sobirin, kesempatan mengikuti Jagoan Bisnis bukan hanya soal kompetisi, tetapi juga ruang untuk bertransformasi.

Ia optimistis dengan dukungan mentor dan wadah yang tepat, pelaku usaha muda Banyuwangi bisa memperluas pasar sekaligus memperkuat kontribusi terhadap perekonomian daerah. (Dalila Adinda P/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#jagoan bisnis #Jagoan Digital #Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi #jagoan banyuwangi #jagoan tani