RADARBANYUWANGI.ID – Guru PJOK SMP kini mendapat kesempatan berharga. Melalui program Pengembangan Kapasitas Pemandu Talenta Sepak Bola SMP Lisensi D PSSI 2025, mereka didorong untuk mengambil peran lebih besar dalam pembinaan talenta siswa.
Dalam surat resmi bernomor 0637/J7.1/PN.03/2025, Kemendikdasmen menegaskan bahwa program ini bukan hanya sebatas pelatihan.
Tujuannya adalah memampukan guru PJOK menjadi pemandu talenta yang profesional, sekaligus menjadi jembatan bagi siswa yang ingin mengembangkan kemampuan di bidang sepak bola.
Kriteria yang ditetapkan cukup ketat. Selain syarat usia maksimal 40 tahun, guru PJOK juga dituntut untuk aktif melatih, memiliki keterampilan dasar sepak bola, serta sanggup menyelesaikan administrasi pendaftaran seperti video teknik dasar.
Bagi yang terpilih, ini akan menjadi momentum penting dalam karier kepelatihan sekaligus pembinaan siswa.
Lebih dari sekadar sertifikat lisensi, program ini akan memperkuat kolaborasi antara sekolah, dinas pendidikan, dan federasi sepak bola.
Guru PJOK bukan lagi hanya pengajar di kelas olahraga, melainkan juga pelatih yang bisa menyalurkan bakat anak bangsa hingga ke tingkat nasional.
Dengan pendaftaran yang ditutup pada akhir Agustus 2025, antusiasme guru PJOK di berbagai daerah diprediksi tinggi.
Mereka melihat program ini sebagai peluang untuk berkontribusi langsung dalam pembangunan sepak bola nasional sejak jenjang pendidikan dasar. (*)
Ikuti terus berita ter-update Radar Banyuwangi di Google News
Editor : Ali Sodiqin