RADARBANYUWANGI.ID – Persiapan untuk siswa-siswi kelas XII yang tentunya mau masuk kampus impian lewat jalur prestasi. Pada aturan terbaru jangan hanya berpatokan pada nilai rapor.
Aturan baru SNBP 2025 kini menuntut siswa fokus pada mata pelajaran kunci sesuai jurusan yang dituju.
Tidak sedikit yang mengaku lebih tenang karena kini mereka tahu mata pelajaran apa saja yang benar-benar harus dikejar nilainya.
Misalnya, siswa peminat Kedokteran sadar bahwa Biologi dan Kimia bukan sekadar pelajaran wajib, melainkan tiket utama untuk lolos.
Di sisi lain, guru bimbingan konseling (BK) merasakan tanggung jawab lebih besar.
Mereka kini tidak lagi sekadar memberi arahan umum, melainkan harus menyesuaikan nasihat dengan detail daftar rumpun ilmu.
Langkah ini dinilai sebagai momen penting agar setiap siswa punya arah yang lebih spesifik.
Kepmen 102/M/2025 menyebutkan rumpun ilmu dibagi menjadi beberapa kelompok besar, mulai dari humaniora, sosial, hingga kesehatan.
Setiap rumpun punya daftar mata pelajaran pendukung yang wajib dikuasai. Regulasi ini berlaku untuk semua siswa, baik yang menggunakan Kurikulum Merdeka maupun Kurikulum 2013, sehingga tidak ada kesenjangan dalam seleksi.
Dari sisi teknis, kebijakan ini akan langsung dipakai dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP 2025) dan penyusunan Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang lebih relevan.
Baca Juga: Darurat Campak di Sumenep! Pemprov Jatim Kirim 9.825 Vaksin MR, Target 95 Persen Anak Tervaksin
Artinya, nilai rapor tidak lagi berdiri sendiri, melainkan dibaca dalam konteks konsistensi capaian di pelajaran tertentu.
Kehadiran aturan ini juga dipandang sebagai bentuk transparansi pemerintah dalam pendidikan.
Siswa yang ingin masuk Arsitektur misalnya, akan tahu sejak awal bahwa Matematika dan Fisika adalah syarat utama.
Kejelasan ini dianggap lebih adil karena peluang setiap peserta tidak lagi kabur. Perubahan ini menjadi tren baru dalam himpun pendidikan nasional.
Bagi banyak orang tua, kebijakan ini memberi kepastian bahwa kerja keras anak mereka tidak akan sia-sia karena sistem seleksi lebih fokus pada kompetensi. (*)
Ikuti terus berita ter-update Radar Banyuwangi di Google News
Editor : Ali Sodiqin