RADARBANYUWANGI.ID - Rangkaian program Jagoan Banyuwangi 2025 resmi memasuki tahap offline session.
Sebanyak 100 finalis terbaik dari 457 pendaftar memulai pembekalan hari pertama di Hotel Aston Banyuwangi, Kamis (21/8).
Acara berlangsung penuh energi. Para finalis dibekali materi seputar motivasi kewirausahaan, strategi pengembangan bisnis, hingga pentingnya membangun jejaring usaha.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi, Ilham Juanda, menegaskan bahwa tahap offline ini sangat penting dalam membentuk mental wirausaha muda.
“Program ini bukan hanya melahirkan ide-ide bisnis, tetapi juga mengasah mentalitas agar peserta mampu menghadapi tantangan nyata di lapangan,” ujarnya.
Senada dengan itu, Founder Jagoan Indonesia Dias Satria menekankan pentingnya kreativitas dalam berbisnis.
“Bisnis bukan berbasis knowledge semata, tapi juga kreativitas. Mindset bisnis itu luar biasa penting,” tegasnya.
Salah satu moderator acara, Puspita Wikanandha, menyebut antusiasme peserta tahun ini sangat tinggi. Apalagi, tiga program andalan—Jagoan Bisnis, Jagoan Tani, dan Jagoan Digital—digabung menjadi satu.
“Senang sekali melihat peserta aktif bertanya dan memanfaatkan mentor untuk memperluas networking,” katanya.
Berbagai pemateri inspiratif hadir, mulai dari Dias Satria yang mengupas mindset bisnis, Rindar Suhardiansyah (Founder Carabicara) dengan materi neuroscience dalam bisnis, hingga Rachmat Anggara (CEO Qasir) tentang strategi scale up. Sementara Ratri membawakan materi engineer & IT dalam bisnis.
Sesi juga dimeriahkan talk show bersama Hipmi Banyuwangi dengan tema connection and collaboration, serta permainan interaktif yang mempererat bonding antarfinalis.
Program yang digagas Bupati Ipuk Fiestiandani ini kini memasuki tahun kelima. Tahun 2025, fokusnya pada keberlanjutan agar finalis tidak hanya berhenti di kompetisi, tetapi juga mampu mengembangkan bisnis secara konsisten.
Selama dua hari, peserta akan ditempa dengan materi intensif, mentoring, hingga simulasi usaha. Harapannya, lahir ide-ide segar yang mampu memperkuat ekosistem ekonomi kreatif Banyuwangi. (cw5-Dalila Adinda/sgt)
Editor : Ali Sodiqin