Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

TikTok Jadi Media Belajar: Efektif atau Sekadar Hiburan?

Tim Redaksi Radar Banyuwangi • Kamis, 21 Agustus 2025 | 20:30 WIB
logo aplikasi tiktok
logo aplikasi tiktok

RADARBANYUWANGI.ID  Platform media sosial TikTok tak hanya populer untuk hiburan: kini banyak guru dan siswa memanfaatkannya sebagai media belajar.

Di berbagai sekolah dasar dan menengah atas, TikTok digunakan untuk menyampaikan materi pelajaran secara kreatif dan singkat, terutama di era pasca-pandemi.

Belajar dari video pendek TikTok menarik perhatian siswa karena formatnya visual, menarik, dan mudah diakses.

Penelitian dari Universitas Bandar Lampung dan Muhammadiyah A.R. Fachruddin menyimpulkan bahwa siswa merasa TikTok bermanfaat untuk belajar bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia, karena durasi pendeknya membuat materi lebih mudah diingat.

Di SMA Negeri 1 Natal, integrasi TikTok dalam pembelajaran bahasa Inggris meningkatkan minat siswa hingga 86% menurut survei.

Guru-guru di Magelang, Jawa Tengah bahkan membuat video pembelajaran lewat TikTok, seperti cara membuat peta pikiran atau penjelasan Bahasa Indonesia singkat.

Tujuannya: membuat siswa belajar lebih menyenangkan dibandingkan hanya membaca buku teks tradisional.

Namun tidak semua pendapat positif. Ada kekhawatiran bahwa durasi pendek dan visual yang mencolok membuat siswa terlalu pasif.

Diskusi di Reddit mengungkap bahwa banyak siswa hanya mendapatkan gambaran umum (gist), tapi kurang pemahaman mendalam karena tidak ada proses analisis lebih lanjut.

Kelemahan lainnya adalah masalah verifikasi: banyak konten edukasi di TikTok tidak mencantumkan sumber dan validasi akademis.

Ini memupuk bias informasi dan potensi misinformasi jika tidak digunakan dengan kritis.

Tetapi penggunaannya sebagai media pembelajaran nonformal menunjukkan banyak manfaat: membuat belajar interaktif, mudah diakses, dan diminati siswa.

Platform ini terutama efektif untuk menguatkan motivasi belajar dasar, bukan untuk materi akademik berat.

Kunci pemanfaatan yang benar terletak pada pendampingan orang tua dan guru. Saat anak menonton konten edukatif, orang tua diminta ikut mengawasi agar siswa tetap fokus pada materi, bukan teralihkan kontennya yang lain.

TikTok bukan solusi utama pendidikan, tetapi bisa menjadi suplemen kreatif yang membantu mengatasi kebosanan belajar, terutama bagi Gen Z dengan rentang perhatian pendek.

Dengan penggunaan yang bijak, platform ini bisa mendorong literasi digital dan interaksi belajar yang lebih hidup di luar bingkai kelas tradisional.


Penulis: Devi Fathihatul Asliha | magang jurnalistik Radar Banyuwangi 

Editor : Ali Sodiqin
#tiktok #aplikasi #media pembelajaran #Media belajar