RADARBANYUWANGI.ID – Status residu akibat NISN atau NIK ganda di aplikasi Verval PD kini menjadi momok bagi banyak orang tua.
Data yang bermasalah membuat anak mereka terancam tidak tercatat secara sah dalam administrasi pendidikan.
Salah satu dampak nyata adalah hambatan pencairan bantuan pendidikan. Siswa dengan status residu berisiko tidak menerima BOS maupun beasiswa.
Orang tua pun semakin resah karena situasi ini menyangkut keberlangsungan pendidikan anak. Kasus NIK ganda biasanya dipicu riwayat siswa yang pernah tercatat di sekolah lain.
Walaupun sistem menjanjikan validasi otomatis, proses itu tidak selalu cepat. Orang tua harus menunggu kabar dari sekolah tanpa kepastian.
Di beberapa daerah, ada siswa yang tidak bisa mengikuti ujian karena namanya tidak keluar di daftar resmi.
Hal ini tentu sangat merugikan dan berpotensi menurunkan motivasi belajar.
Guru dan operator sekolah ikut merasakan tekanan besar. Mereka harus menenangkan orang tua sekaligus berusaha memperbaiki data melalui jalur resmi.
Sementara, kebijakan sistem sering berubah-ubah tanpa sosialisasi jelas. Ironisnya, pengorbanan ini terjadi pada sekolah yang sebenarnya sedang berusaha meningkatkan kualitas belajar.
Bukannya fokus mengajar, tenaga pendidik justru tersita waktunya mengurusi administrasi digital.
Kekecewaan masyarakat makin besar karena pendidikan seharusnya menjadi hak dasar, bukan terganjal masalah teknis.
Ikuti terus berita ter-update Radar Banyuwangi di Google News
Editor : Ali Sodiqin