RADARBANYUWANGI.ID – Ribuan operator sekolah di berbagai daerah mengeluhkan kendala yang terus berulang di aplikasi Verval PD.
Kasus paling sering muncul adalah NISN ganda serta NIK ganda yang menempatkan data peserta didik dalam kategori residu.
Proses ini makin rumit ketika operator harus menunggu sinkronisasi sistem yang kadang memakan waktu hingga beberapa hari.
Padahal, banyak dokumen administrasi siswa membutuhkan validasi segera. Beban kerja operator sekolah jelas semakin berat.
Mereka tidak hanya mengelola data, tetapi juga harus berhadapan dengan orang tua murid yang cemas ketika anaknya berstatus residu.
Tak jarang operator sekolah terpaksa lembur hanya untuk menuntaskan perbaikan data.
Sementara sistem tidak selalu responsif. Kondisi ini menimbulkan rasa frustrasi yang tidak sedikit.
Kasus NISN ganda biasanya terjadi karena siswa tercatat aktif di dua lembaga sekaligus.
Solusi yang disarankan adalah menghubungi sekolah asal agar data dikeluarkan dari Dapodik atau EMIS. Namun, komunikasi antar sekolah tidak selalu berjalan mulus.
Bila perbaikan tidak segera dilakukan, siswa bisa terhambat saat mengurus administrasi sekolah, mulai dari penerimaan bantuan hingga proses ujian.
Hal ini membuat tekanan terhadap operator makin tinggi. Operator mengaku sering kali merasa “sendiri” dalam mengatasi persoalan ini.
Padahal, kesalahan bukan berasal dari mereka, melainkan dari sistem yang belum sepenuhnya stabil. (*)
Ikuti terus berita ter-update Radar Banyuwangi di Google News
Editor : Ali Sodiqin