RADARBANYUWANGI.ID - Semakin banyak saja anak istimewa dari wilayah Dusun Pegundangan, Dusun Kendenglembu, dan Dusun Terbasala, Desa Karangharjo, Kecamatan Glenmore yang sekolah.
Terbaru, ada tiga anak yang masuk SLB Bhakti Pertiwi di Dusun Tegalpakis, Desa Kalibaru Wetan, Kecamatan Kalibaru.
Salah satu guru SLB Bhakti Pertiwi, Evy Widyawati menjelaskan, di tahun ajaran baru 2025/2026 ini, ada tiga siswa lagi yang sekolah dari Desa Karangharjo itu.
“Dari wilayah yang dulu, ada tambahan tiga anak lagi, dari (Dusun) Pegundangan,” kata Evy pada Jawa Pos Radar Genteng, Kamis (21/8/2025).
Ketiga siswa itu, lanjut Evy, anak istimewa yang belum pernah sekolah sama sekali. Padahal, anak-anak itu sudah menginjak usia 10 tahun.
“Kalau sekolah formal, mungkin ini sudah kelas tiga. Sebelumnya mereka tidak sekolah sama sekali,” ujarnya.
Menurut pengajar asal Kecamatan Gambiran tersebut, baru ada dua siswa saja yang aktif sekolah setelah masuk penjaringan. Satu siswa lagi, masih butuh pendekatan lebih intensif.
“Satu lagi masih kerap takut, sehingga kembali tidak mau sekolah,” tandasnya.
Dengan begitu, lanjut dia, sudah ada tambahan tujuh siswa baru dari tiga lokasi tersebut.
Mereka, sebelumnya tidak sekolah karena beragam alas an, termasuk masalah biaya dan jarak yang jauh dari SLB. “Akhir tahun lalu ada lima anak, tapi satunya mengundurkan diri,” paparnya.
Evy juga menjelaskan, alasan banyak anak istimewa di lokasi tersebut tidak sekolah soal akses. Menurutnya, akses yang sulit dan jauh dari lokasi SLB, menjadi salah satu alasan anak-anak disabilitas di tiga wilayah itu tidak sekolah.
“Kami jelaskan, tidak ada pungutan biaya, dan anak-anak bisa kita tarik ke sekolah kami dengan dibantu antar jemput,” ucapnya.
Seperti diberitakan harian ini sebelumnya, Hari Disabilitas Internasional (HDI) 2024 yang dirayakan pada Selasa (3/12/2024) lalu, semangat agar anak-anak berkebutuhan khusus (ABK) bisa sekolah hingga mandiri digaung-gaungkan.
Tapi ternyata, masih banyak anak-anak difabel yang tidak mendapat kesempatan mengenyam bangku sekolahan.
Seperti belasan anak istimewa di lingkungan Dusun Pegundangan, Kendenglembu, dan Terbasala, Desa Karangharjo, Kecamatan Glenmore.
“Di sini banyak sekali anak-anak difabel tidak sekolah,” kata salah satu tokoh masyarakat setempat, Muhammad Sholihin, 45, pada Kamis (12/12/2024).
Menurut Sholihin, ada 15 anak berkebutuhan khusus di sekitar tempat tinggalnya yang sampai saat ini tidak sekolah.
“Dari hitungan saya, empat anak sudah usia remaja, artinya lebih dari 17 tahun. Dan 11 sisanya usia sekolah antara tujuh sampai 16 tahun,” ungkapnya.
Editor : Agung Sedana