RADARBANYUWANGI.ID - Sebanyak 50 Siswa SDN 1 Pengatigan mengikuti program Sekolah Rawat Daerah Aliran Sungai (Sekardadu) yang digelar di Sungai Dusun Gurit, Desa Pengatigan, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi, Rabu (20/8).
Sekardadu merupakan program unggulan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pengairan Banyuwangi sekaligus menjadi wadah edukasi dan aksi nyata pelajar dalam menjaga kelestarian lingkungan, khususnya ekosistem sungai.
Plt. Kepala SDN 1 Pengatigan Mustachfidoh mengatakan, program Sekardadu menjadi salah satu inovasi pendidikan berbasis lingkungan yang akan terus diperluas ke berbagai sekolah.
“Kami ingin anak-anak terbiasa menjaga lingkungan. Sungai adalah urat nadi kehidupan. Melalui program ini, siswa diajarkan untuk merawatnya sejak dini,” ujarnya.
Mustachfidoh berharap, pesan peduli lingkungan tidak hanya berhenti di sekolah, tetapi bisa menular ke keluarga dan masyarakat luas.
Dia menambahkan, antusiasme siswa sangat tinggi dalam mengikuti kegiatan Sekardadu kemarin.
“Anak-anak senang karena diajak langsung melihat kondisi sungai di sekitar mereka. Mereka juga belajar bahwa menjaga kebersihan sungai sama artinya dengan menjaga kesehatan diri sendiri,” tuturnya.
Dengan melibatkan 50 siswa di SDN 1 Pengatigan, Sekardadu diharapkan mampu menjadi gerakan berkelanjutan yang tidak hanya sekadar seremonial, melainkan benar-benar membentuk kebiasaan baik sejak dini untuk mencintai dan menjaga alam.
Salah satu siswa kelas 5 SDN 1 Pengatigan, Rani, mengaku senang bisa ikut serta dalam kegiatan ini.
“Saya jadi tahu kalau sampah yang dibuang ke sungai bisa bikin banjir dan penyakit. Mulai sekarang saya tidak akan buang sampah sembarangan lagi,” ujarnya. (cw5-Dalila Adinda/sgt)
Editor : Ali Sodiqin