RADARBANYUWANGI.ID – Kehidupan di dunia ini hanyalah sementara.
Setelah hari kiamat, manusia akan memasuki kehidupan baru yang abadi: surga atau neraka.
Inilah yang diyakini umat Islam berdasarkan Al-Qur’an dan hadis Rasulullah ﷺ.
Setelah tiupan sangkakala terakhir, seluruh manusia dibangkitkan dari kubur lalu dikumpulkan di Padang Mahsyar.
Baca Juga: Menghijaunya Tanah Arab Benarkah Petanda Hari Kiamat?
Di sanalah setiap orang akan menjalani hisab, perhitungan amal baik dan buruknya.
Orang yang beriman dan amalnya diterima akan melintasi Shirath, jembatan di atas neraka, dengan selamat menuju surga.
Sementara mereka yang ingkar dan berdosa akan terjerumus ke dalam neraka.
Surga: Kehidupan Kekal Penuh Nikmat
Surga digambarkan sebagai tempat penuh kebahagiaan. Tidak ada lagi rasa sakit, lapar, atau sedih.
Baca Juga: Penjelasan Hari Kiamat, Dalil Islam, dan Tanda-Tandanya
Penghuninya mendapat istana megah, sungai yang mengalir, buah-buahan segar, hingga pakaian indah.
Kenikmatan tertinggi di surga adalah bisa melihat Allah SWT dan berkumpul bersama para nabi serta orang saleh.
Neraka: Penderitaan Tanpa Henti
Sebaliknya, neraka menjadi tempat penuh azab. Penghuninya disiksa dengan api, diberi makan dari pohon zaqqum, dan dipaksa minum nanah serta darah mendidih.
Baca Juga: Timeline Hari Kiamat: Dari Kehancuran Dunia hingga Awal Kehidupan Kekal
Bagi orang kafir, neraka menjadi tempat abadi. Namun bagi orang beriman yang berdosa, masih ada harapan keluar dengan syafaat Rasulullah ﷺ atau rahmat Allah.
Hidup Abadi, Pilihannya di Dunia
Keyakinan ini menjadi pengingat bahwa hidup di dunia hanya sebentar. Segala amal perbuatan manusia akan menentukan akhir perjalanan: menuju surga atau neraka. (*)
Editor : Ali Sodiqin