RADARBANYUWANGI.ID - Kelurahan Penataban, Kecamatan Giri, Banyuwangi dikenal sebagai salah satu sentra produksi bunga utama di Jawa Timur.
Daerah ini menjadi pemasok penting bunga Sedap Malam dan Mawar, yang banyak diminati pasar.
Potensi besar ini semakin diperkuat dengan adanya kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dari Universitas PGRI Banyuwangi (UNIBA).
Pada Rabu (20/8), bertempat di Aula Kecamatan Giri Banyuwangi, dilaksanakan Sosialisasi Penerapan Teknologi Pasca Panen Bunga sekaligus serah terima mesin destilasi minyak atsiri kepada Kelompok Tani Cahaya Sentosa, Penataban.
Acara ini dihadiri oleh Camat Giri, Joko Kuncoro, S.Sos.; Lurah Penataban, Qomariyah, S.Pd.; Ketua Kelompok Tani Cahaya Sentosa, Khoirul Anis, S.P.; serta tim dosen PKM UNIBA Tristi Indah, M.P.; Siti Lutfiah, M.Biotek.; dan Zainal, M.T.
Dalam pemaparannya, Tristi Indah selaku Ketua Tim PKM menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi Hibah Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) tahun 2025.
Program ini bertujuan memberikan wawasan kepada petani mengenai pentingnya pengelolaan pascapanen bunga agar kualitas, daya simpan, dan nilai jual tetap terjaga.
Selain sosialisasi, dilakukan juga pelatihan pembuatan buket bunga Sedap Malam dan Mawar.
Langkah ini membuka peluang diversifikasi produk sehingga petani tidak hanya menjual bunga segar, tetapi juga produk olahan bernilai tambah.
Sementara itu, bunga yang tidak terpakai dapat diolah menjadi minyak atsiri dengan nilai ekonomi tinggi.
Ketua Kelompok Tani Cahaya Sentosa, Khoirul Anis, menyambut baik dukungan tersebut.
Menurutnya, kehadiran mesin destilasi menjadi harapan baru untuk memperluas usaha tani.
Petani kini bisa menghasilkan produk turunan bunga yang memiliki daya saing lebih tinggi di pasar.
Hal senada juga disampaikan oleh Camat Giri dan Lurah Penataban.
Mereka berharap dukungan teknologi ini mampu menumbuhkan kemandirian petani, memperkuat sektor pertanian kreatif, serta mendukung konsep green economy yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Editor : Lugas Rumpakaadi