Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Rebo Wekasan, Mitos Bala atau Hari Penuh Berkah? Begini Penjelasan Ulama

Ali Sodiqin • Selasa, 19 Agustus 2025 | 22:32 WIB

Tradisi Ngirab atau Rebo Wekasan.
Tradisi Ngirab atau Rebo Wekasan.

Rebo Wekasan, atau disebut juga Rebo Kasan maupun Rebo Pungkasan, merujuk pada Rabu terakhir di bulan Safar.

Dalam tradisi masyarakat, hari ini sering dikaitkan dengan bala dan malapetaka.

Tak heran, banyak warga melakukan ritual keagamaan, mulai dari shalat, dzikir, doa, hingga membaca ayat-ayat keselamatan.

Baca Juga: Rebo Wekasan: Tradisi Rabu Terakhir Safar yang Kini Dihidupkan Generasi Muda dengan Cara Kreatif

Namun, benarkah Rebo Wekasan memang hari penuh kesialan?

Melansir NU Online Jabar, sejumlah kitab klasik memang mencatat amalan di Rabu terakhir bulan Safar.

Di antaranya Kanz al-Najah wa al-Surur karya Abdul Hamid Quds al-Makki, Mujarrabat al-Dayrabi, hingga Nihayat al-Zain karya Syekh Nawawi.

Tradisi ini lebih menekankan doa-doa agar terhindar dari musibah.

Baca Juga: Kenapa Rebo Wekasan Disebut Hari Turunnya Bala? Ini Penjelasan Sejarahnya

Meski begitu, Islam menolak keyakinan bahwa bulan Safar atau hari tertentu membawa kesialan. Rasulullah SAW menegaskan:

"Tidak ada 'adwa (penyakit menular tanpa izin Allah), thiyarah (takhayul kesialan), hamah, dan tidak ada kesialan pada bulan Safar." (HR. Bukhari dan Muslim).

Para ulama bahkan menyebut Safar dengan istilah Shafar al-Khair (Safar yang baik), sebagai bentuk doa optimis dan pengharapan kebaikan.

Baca Juga: Rebo Wekasan 2025 Jatuh 20 Agustus, Begini Amalan Tolak Bala yang Diyakini Bawa Berkah

Dalam tafsir Ruhul Ma’ani, dijelaskan bahwa hari Rabu justru banyak membawa peristiwa penting, seperti kelahiran Nabi Yunus, Nabi Yusuf, dan pertolongan Allah pada Nabi Muhammad SAW di Perang Ahzab.

Hadis Qudsi juga mengingatkan agar manusia tidak mencela waktu, sebab Allah-lah yang mengatur malam dan siang. Segala takdir baik-buruk sepenuhnya dalam kuasa-Nya.

Jadi, Rebo Wekasan bukanlah hari sial. Bagi umat Islam, justru dianjurkan untuk memperbanyak doa, dzikir, dan amal saleh agar semakin dekat dengan Allah SWT. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#tradisi #rebo wekasan #ritual #Rabu Pungkasan #tolak bala #islam #Ulama