RADARBANYUWANGI.ID – Menjelang Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2025, suasana di sekolah menengah atas mulai berubah.
Para siswa kelas 12 tampak membawa buku catatan dan laptop ke berbagai sudut sekolah, berlatih mengerjakan soal-soal simulasi.
Tidak sedikit yang mengaku bahwa persiapan ini membuat mereka lebih percaya diri menghadapi ujian sebenarnya pada 1–9 November mendatang.
Di tengah padatnya aktivitas belajar, keberadaan situs resmi simulasi TKA dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menjadi angin segar.
Platform ini bukan sekadar latihan soal, melainkan sarana pembiasaan terhadap alur ujian yang sebenarnya.
Melalui laman pusmendik.kemdikbud.go.id/tka/simulasi_tka, siswa dapat memilih jenjang pendidikan, mata pelajaran, hingga memulai simulasi dengan token khusus.
Bagi sebagian siswa, pengalaman pertama mengakses simulasi ini memberikan gambaran jelas bahwa TKA bukanlah ujian yang bisa dihadapi tanpa persiapan.
Format soal yang variatif, durasi waktu yang ketat, dan penilaian yang otomatis memberi sensasi ujian sesungguhnya.
Hal ini membuat banyak guru menyarankan muridnya untuk memanfaatkan simulasi sebanyak mungkin sebelum hari H.
Langkah yang harus dilakukan pun cukup jelas, login menggunakan username dan password yang diberikan, mengisi data diri, memilih mata pelajaran, lalu menekan tombol "Mulai". Setelah itu, peserta akan langsung dihadapkan pada soal-soal yang harus dikerjakan hingga selesai, sebelum menekan "Selesai Tes".
Kemendikbud menekankan bahwa penggunaan simulasi ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk memastikan siswa siap menghadapi format TKA yang menggantikan Ujian Nasional.
Melalui pembiasaan ini, diharapkan tidak ada lagi kebingungan teknis saat ujian berlangsung. Para siswa yang telah mencoba simulasi mengaku lebih tenang.
Mereka memahami alur pengerjaan, terbiasa dengan tampilan antarmuka, dan mengetahui kelemahan yang perlu diperbaiki.
Bahkan, sebagian sudah membuat jadwal rutin latihan dua hingga tiga kali seminggu, agar kemampuan mereka semakin terasah.
Persiapan yang matang tentu menjadi kunci. Simulasi TKA bukan hanya untuk menguji pengetahuan, melainkan juga melatih strategi mengatur waktu, fokus, dan ketahanan mental selama ujian.
Dengan memanfaatkan fasilitas resmi ini, siswa memiliki peluang lebih besar untuk meraih skor tinggi yang menjadi syarat masuk perguruan tinggi favorit.
Kesempatan untuk berlatih secara gratis dan tanpa batas ini adalah bekal berharga menuju masa depan pendidikan yang lebih cerah. (*)
Ikuti terus berita ter-update Radar Banyuwangi di Google News
Editor : Ali Sodiqin