Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Kolaborasi Hebat! Banyuwangi, OJK, dan BI Edukasi Ribuan Pelajar Soal Keuangan

Tim Redaksi Radar Banyuwangi • Kamis, 7 Agustus 2025 | 12:53 WIB
Bupati Ipuk Fiestiandani dan Wabup Mujiono bersama sejumlah pelajar menunjukkan buku rekening bank saat peluncuran bulan literasi keuangan Mei lalu.
Bupati Ipuk Fiestiandani dan Wabup Mujiono bersama sejumlah pelajar menunjukkan buku rekening bank saat peluncuran bulan literasi keuangan Mei lalu.

RADARBANYUWANGI.ID – Pemkab Banyuwangi terus berkolaborasi dengan lintas elemen untuk meningkatkan literasi keuangan di kalangan pelajar.

Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan talk show bertema “Edukasi Literasi Keuangan Sejak Dini untuk Menyongsong Indonesia Emas 2045” yang diselenggarakan di SMPN 1 Srono, pagi ini (7/8).

Tak hanya bertujuan agar siswa belajar mengelola uang saku mereka secara cerdas dan bijak, dengan literasi keuangan diharapkan para siswa bisa lebih mandiri dan siap menghadapi tantangan di masa depan. Selain talk show, kegiatan ini juga diwarnai gerakan menabung bersama.

Sejumlah narasumber kompeten siap hadir dalam kegiatan hasil kerja sama Pemkab Banyuwangi yang didukung Bank Jatim Banyuwangi dan Jawa Pos Radar Banyuwangi (JP-RaBa) tersebut.

Mulai Kepala Bank Indonesia (BI) Jember Gunawan yang diwakili Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jember Achmad dan Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jember Mohammad Mufid, serta Kasubdit PMP DSSK Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Risyaf Fahreza.

Tidak hanya itu, Bupati Ipuk Fiestiandani juga siap hadir sekaligus menjadi menyampaikan pidato utama (keynote speech) dalam talk show yang digelar secara hibrida alias perpaduan secara daring (online) dan luring (offline) tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Banyuwangi Suratno mengatakan, kegiatan ini merupakan langkah strategis dan edukatif dalam mendukung tercapainya target inklusi keuangan nasional, khususnya melalui program Satu Rekening Satu Pelajar (Kejar).

Suratno menuturkan bahwa program Kejar diterapkan secara menyeluruh di semua jenjang pendidikan, mulai SD, SMP, hingga SMAsederajat. Setiap siswa didorong memiliki rekening sendiri sebagai bagian dari gerakan literasi dan inklusi keuangan.

“Program Kejar merupakan inisiatif pemerintah Indonesia melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang diimplementasikan melalui Dispendik. Tujuannya untuk mendorong inklusi keuangan sejak usia dini. Kami menerapkannya di Banyuwangi secara aktif,” ujar Suratno.

Suratno menambahkan Dispendik terus mendorong Kejar sebagai bagian upaya mendukung program pemerintah dalam meningkatkan inklusi keuangan, terutama di lingkungan pelajar Banyuwangi.

Terlebih, kata dia, keberadaan rekening pelajar juga penting untuk memudahkan penyaluran bantuan dan dana pendidikan, serta mendorong sinergi antara sektor keuangan dan pendidikan di Banyuwangi.

Sementara itu, Sekretaris Dispendik Banyuwangi Alfian menambahkan, program Kejar di Banyuwangi sudah berjalan sejak dua tahun lalu seiring terbitnya surat edaran  (SE) dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang mewajibkan setiap siswa memiliki satu rekening.

“Program KEJAR sudah berjalan sejak dua tahun terakhir. Sekarang tinggal melanjutkan dan memperluas cakupannya agar semua siswa benar-benar terakomodasi,” imbuhnya.

Sementara itu, Pimpinan Cabang Bank Jatim Banyuwangi  M Anto Fachrudin mengatakan, dalam rangka mendukung keberhasilan program Gencarkan Kejar, Bank Jatim memberikan dukungan aktif kepada Pemkab dan Dinas Pendidikan (Dispendik) Banyuwangi agar dapat menjadi salah satu daerah dengan pelaksanaan program Kejar terbaik.

Salah satunya melalui talkshow di SMPN 1 Srono yang dihadiri ratusan pelajar serta kepala SD dan SMP se Banyuwangi.

Anto menambahkan, kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan pemahaman pelajar dan tenaga pendidik mengenai pentingnya literasi dan inklusi keuangan.

Juga untuk menyosialisasikan program Kejar dan manfaat memiliki rekening sejak usia sekolah serta memberikan pemahaman langsung tentang produk tabungan pelajar (Tabungan SimPel) dan kemudahan akses perbankan di era digital.

“Serta untuk mendorong percepatan pencapaian target jumlah rekening pelajar di wilayah kabupaten Banyuwangi,” pungkasnya. (cw6-M Ksatria Raya/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#literasi keuangan #OJK #Menabung Sejak Dini #Bank Jatim