RADARBANYUWANGI.ID – Di balik layar rutinitas harian, ada banyak orang yang diam-diam bertarung.
Bukan melawan musuh yang terlihat, tapi melawan rasa malas yang perlahan bisa menggerogoti harapan dan semangat hidup.
Tak sedikit dari mereka yang menjadikan doa sebagai pelindung dari kehampaan itu. Salah satu doa yang kerap diamalkan umat Islam berbunyi:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَرَمِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْبُخْلِ
Allahumma inni a’udzu bika minal kasali wa a’udzu bika minal jubni wa a’udzu bika minal haromi wa a’udzu bika minal bukhli.
Yang artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari sifat malas, dari rasa takut, dari keburukan usia tua, dan dari sifat kikir.”
Di sudut-sudut rumah yang sunyi, banyak yang melafalkan doa ini dengan lirih, seolah menjadi bisikan penguat di tengah tantangan hidup yang tak kunjung reda.
Doa ini menjadi semacam pengingat spiritual bahwa kemalasan bukan hanya perkara tidak ingin bergerak, tapi juga kondisi jiwa yang harus dilawan.
Ironisnya, di era serba cepat seperti sekarang, kemalasan sering kali menghantui.
Ia bisa datang dalam bentuk menunda pekerjaan, enggan memulai sesuatu, hingga membiarkan waktu berjalan tanpa arah.
Semua itu, pelan tapi pasti, mengikis nilai hidup. Menariknya, dalam satu kalimat doa itu, terdapat empat permohonan sekaligus.
Selain meminta perlindungan dari rasa malas, juga permohonan agar dijauhkan dari ketakutan yang melumpuhkan, usia tua yang melemahkan, dan kekikiran yang mengeraskan hati.
Bagi sebagian orang, doa ini telah menjadi bagian dari rutinitas spiritual harian. Dibaca setelah salat, sebelum tidur, atau saat mulai merasa kehilangan motivasi.
Tak jarang, mereka menuliskannya di catatan harian, menempelkannya di dinding kamar, atau menyematkannya di bio media sosial sebagai pengingat pribadi.
Doa ini bukan sekadar rangkaian kata. Ia adalah bentuk kejujuran manusia atas kelemahan dirinya sendiri.
Bahwa setiap jiwa, sehebat apa pun, butuh perlindungan dari hal-hal yang bisa membuatnya lemah dari dalam.
Dengan mengamalkan doa ini, semoga setiap langkah terasa lebih ringan, semangat kembali menyala, dan hati tetap lembut untuk terus berbagi dan berjuang. (*)
Ikuti terus berita ter-update Radar Banyuwangi di Google News
Editor : Ali Sodiqin