RADARBANYUWANGI.ID - Dinas Pendidikan (Dispendik) Banyuwangi meluncurkan program Gerakan Sekolah Sehat (GSS) sebagai upaya menguatkan budaya hidup sehat di lingkungan pendidikan.
Program ini tak hanya menyasar guru dan siswa, tapi juga melibatkan berbagai pihak seperti Dinas Kesehatan (Dinkes) hingga komunitas penggiat kesehatan.
Kepala Dispendik Banyuwangi Suratno mengatakan bahwa GSS merupakan langkah strategis untuk menanamkan kesadaran pentingnya kesehatan sejak duduk di bangku sekolah.
“Dalam program GSS, kami fokus memberikan edukasi di lingkungan sekolah untuk meningkatkan kesehatan peserta didik. Edukasi ini berfokus pada lima pilar utama,” ujarnya.
Lima pilar utama meliputi sehat bergizi, sehat fisik, sehat imunisasi, sehat jiwa, serta sehat lingkungan sekolah.
Suratno menambahkan, selain guru dan murid Dispedik juga berkolaborasi dengan pihak eksternal demi memperkuat pelaksanaan program GSS.
"Kami bekerja sama dengan sejumlah elemen seperti puskemas, rumah sakit, dan pegiat kesehatan yang selalu menjadi mitra kolaborator kami," imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) SMP Dispendik Banyuwangi Didik Eko Wahyudi menjelaskan bahwa program GSS mencakup berbagai kegiatan yang telah berjalan di sekolah-sekolah.
“Di dalamnya ada program Adiwiyata, Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), Rapor Kesehatan, serta pemantauan perkembangan kesehatan siswa. Semuanya masuk dalam cakupan GSS,” terangnya.
Guna menambah semangat partisipasi, Dispendik juga menggelar perlombaan antar sekolahdalam program GSS.
Perlomaan ini sudah dimulai sejak 24 Juli lalu. Nantinya akan dipilih enam finalis dan dilakukan kunjungan ke nominator pemenang.
“Contohnya yang dilaksanakan di SMPN 3 Rogojampi pada Jumat (1/8), di mana ada kegiatan bersama penggiat lingkungan Sungai Watch. Kegiatan tersebut juga kami lombakan dalam GSS,” tandas Didik. (cw6-M Ksatria Raya/sgt)
Editor : Ali Sodiqin