Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Gangsiran Aswotomo, Bukti Nenek Moyang Kita Tak Kalah dari Insinyur Modern

Fanzha Shefya Yuananda • Rabu, 6 Agustus 2025 | 18:05 WIB
Gangsiran Aswotomo, peninggalan nenek moyang yang terletak di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.
Gangsiran Aswotomo, peninggalan nenek moyang yang terletak di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.

RADARBANYUWANGI.ID - Di kedalaman Jawa Tengah tepatnya di Karangsari, Dieng Kulon, Kec. Batur, Kab. Banjar negara, kamu bisa melihat lubang-lubang besar di dekat candi.

Tapi itu lubang bukan sembarang lubang. Namanya Gangsiran Aswatama atau Aswotomo. Ukurannya bervariasi, dari diameter 1 meter hingga hampir 5 meter.

Memiliki kesan unik, misterius, menyimpan kisah dan terlihat sangat kuno. Apakah peninggalan kerajaan zaman dahulu? Mari kita bahas!

Apa sih arti Gangsiran Aswotomo? "Gangsiran" artinya galian. Sedangkan "Aswotomo" adalah nama tokoh Mahabarata.

Namanya memang mirip candi-candi di Dieng, karena diperkirakan dibuat pada masa yang sama, abad ke-8 Masehi atau sekitar 1.324 tahun yang lalu. Menakjubkan.

Fungsi utamanya ialah untuk saluran air. Sebelum jadi kompleks candi, Dieng adalah kawasan penuh air seperti rawa.

Gangsiran ini dibuat agar tanah bisa "kering" dan layak dijadikan pondasi bangunan suci.

Jumlahnya ada 44, saling terhubung seperti sistem drainase di era modern ini.

Susunannya rapi, mengarah ke selatan dan utara dengan pusatnya di kompleks candi.

Coba kalian bayangkan, teknologi saluran air ini sudah ada lebih dari ribuan tahun yang lalu, dan masih bekerja dengan baik hingga kini.

Sayangnya, nggak semuanya dirawat. Sebagian sudah diberi pagar dan papan keterangan, tapi banyak juga yang terbengkalai di ladang atau dekat rumah warga.

Padahal ini adalah warisan sejarah negara yang sangat luar biasa, tetapi sulit hanya untuk menjaganya tetap lestari.

Gangsiran Aswotomo bukti nenek moyang kita cerdas. Mereka nggak cuma bisa bangun candi, tapi juga ngerti teknik sipil. Jangan sampai warisan ini hilang cuma karena kita nggak peduli. (*)


Ikuti terus berita ter-update Radar Banyuwangi di Google News

Editor : Lugas Rumpakaadi
#banjarnegara #Saluran air kuno #gangsiran aswotomo #dieng kulon