Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

KKN Kelompok 11 Untag Dorong Kemandirian Ekonomi Desa Gitik

Sigit Hariyadi • Senin, 4 Agustus 2025 | 13:30 WIB
PENDAMPINGAN: Kelompok 11 KKN Untag Banyuwangi menyerahkan dokumen NIB kepada pelaku UMKM di Desa Gitik, Kecamatan Rogojampi.
PENDAMPINGAN: Kelompok 11 KKN Untag Banyuwangi menyerahkan dokumen NIB kepada pelaku UMKM di Desa Gitik, Kecamatan Rogojampi.

RADARBANYUWANGI.ID - Kelompok 11 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Banyuwangi sukses melaksanakan program pengabdian masyarakat dengan fokus utama pada pendampingan kemandirian ekonomi desa berbasis penguatan UMKM di Desa Gitik, Kecamatan Rogojampi.

Program yang berlangsung mulai 1 hingga 31 Juli ini menyasar para pelaku usaha mikro seperti perajin tahu rumahan serta produsen kue basah dan kering.

Dengan mengusung tema “Pendampingan Kemandirian Ekonomi Desa Melalui Legalitas, Sertifikasi Halal, Digitalisasi, dan Branding UMKM,” kegiatan ini menjadi wujud nyata kontribusi mahasiswa dalam menjawab tantangan ekonomi masyarakat desa di era digital.

Kegiatan ini diawali dengan identifikasi kebutuhan UMKM lokal. Hasilnya, ditemukan bahwa mayoritas pelaku usaha belum memiliki legalitas resmi, belum memahami pemasaran digital, serta belum memiliki branding yang kuat.

Berdasarkan temuan tersebut, tim KKN menyusun pendekatan terpadu dalam lima tahap, legalisasi usaha melalui OSS, pendampingan sertifikasi halal, digitalisasi lokasi usaha, penguatan branding, serta evaluasi program.

Sebanyak 4 pelaku UMKM berhasil mendapatkan Nomor Induk Berusaha (NIB) melalui bimbingan langsung dari tim KKN.

Langkah ini memberikan akses formal terhadap program pembinaan pemerintah dan meningkatkan kepercayaan konsumen.

Enam pelaku UMKM dibantu dalam proses pengajuan sertifikasi halal, mulai dari pengumpulan dokumen hingga koordinasi dengan lembaga terkait.

Hal ini menjadi terobosan penting dalam menjamin ke-halal-an dan kualitas produk yang dihasilkan.

Dengan dukungan aplikasi seperti Google Maps, tim KKN memetakan lokasi usaha sembilan pelaku UMKM ke dalam sistem digital.

Pemetaan ini memperkuat visibilitas, mempermudah konsumen menemukan lokasi produksi, serta membuka peluang kerja sama dengan mitra dagang.

Sebanyak enam pelaku UMKM menerima pendampingan desain logo, banner promosi, dan stiker kemasan.

Branding ini disesuaikan dengan karakter produk lokal sehingga tampilan lebih profesional dan menarik, serta mampu meningkatkan nilai jual produk di pasar yang kompetitif.

Kegiatan ini membuktikan bahwa mahasiswa bukan hanya agen perubahan di lingkungan akademik, tetapi juga motor penggerak pembangunan berbasis masyarakat.

Melalui pendekatan deskriptif kualitatif, tim KKN berhasil menggali potensi lokal dan mengubahnya menjadi kekuatan ekonomi berkelanjutan.

“Program ini menjadi pengalaman transformasional, bukan hanya bagi masyarakat, tapi juga bagi kami sebagai mahasiswa,” ujar Abdul Rosyidi selaku ketua KKN Kelompok 11.

KKN Kelompok 11 Untag Banyuwangi berharap, hasil pendampingan ini dapat menjadi fondasi jangka panjang bagi kemajuan UMKM di Desa Gitik.

Dukungan berkelanjutan dari pemerintah desa dan lembaga terkait sangat dibutuhkan agar transformasi yang telah dimulai dapat berkembang secara optimal. (sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#kkn #ekonomi #pengabdian masyarakat #untag banyuwangi