Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Lulus Kuliah Langsung Mengabdi! Pemkab Banyuwangi Kirim Guru Muda ke Pelosok Terpencil

Tim Redaksi Radar Banyuwangi • Sabtu, 2 Agustus 2025 | 13:30 WIB
Kepala Dispendik Suratno bersama para Relawan Banyuwangi Mengajar di sela kegiatan pembekalan yang digelar di Hall Hotel Santika Banyuwangi pada Sabtu (26/07).
Kepala Dispendik Suratno bersama para Relawan Banyuwangi Mengajar di sela kegiatan pembekalan yang digelar di Hall Hotel Santika Banyuwangi pada Sabtu (26/07).

RADARBANYUWANGI.ID – Pemkab Banyuwangi terus mewujudkan pemerataan kualitas pendidikan di berbagai pelosok kabupaten ujung timur Pulau Jawa ini.

Salah satunya dengan menyediakan guru-guru berkualitas yang ditugaskan di sekolah-sekolah di daerah dengan akses tersulit alias daerah terpencil.

Terobosan pun dilakukan. Untuk mengatasi kekurangan tenaga pendidik sekaligus memastikan ketersediaan guru berkualitas tersebut, pemkab melalui Dinas Pendidikan (Dispendik) Banyuwangi merekrut para sarjana yang baru lulus kuliah dengan beasiswa bidik misi program Banyuwangi Cerdas.

Mereka akan ditempatkan di sekolah-sekolah dengan akses tersulit selama satu tahun.

Ya, para alumni program beasiswa Banyuwangi Cerdas diterjunkan dalam program “Banyuwangi Mengajar” sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Mereka ditugaskan mengajar di daerah terpencil.

Program ini menjadi lanjutan dari skema beasiswa pendidikan yang digagas Pemkab Banyuwangi dan diharapkan melahirkan generasi muda yang tak hanya cerdas, tetapi juga mampu berkontribusi langsung dalam pembangunan daerah.

Kepala Dispendik Banyuwangi Suratno mengatakan, para alumni beasiswa Banyuwangi Cerdas tersebut akan ditugaskan untuk mengajar dan memberikan edukasi di sejumlah desa.

“Mereka akan kami serah terimakan kepada kepala desa maupun di sekolah yang menjadi tempat pengabdian mereka,” ujar Suratno.

Suratno menambahkan, program Banyuwangi Mengajar juga terbuka untuk masyarakat umum.

“Masyarakat, mahasiswa, hingga pengusaha juga bisa ikut andil dalam kegiatan serupa. Kalau punya pengetahuan dan kepedulian, bisa disalurkan ke masyarakat melalui program serupa seperti Banyuwangi Ayo Mengajar,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa semangat berbagi ilmu tidak harus datang dari latar belakang pendidikan tertentu maupun kalangan tertentu. “Siapa pun bisa menjadi guru, dan semua tempat bisa menjadi sekolah,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Dispendik Banyuwangi Alfian menyampaikan bahwa para peserta Banyuwangi Mengajar tahun ini telah resmi dilepas pada Selasa (29/7).

Mereka langsung diserahkan kepada institusi pendamping untuk ditempatkan di lokasi tugas masing-masing.

“Peserta akan ditempatkan di daerah-daerah yang memiliki akses sulit serta kekurangan tenaga pengajar, seperti di Desa Sukomade, Kecamatan Pesanggaran; Kecamatan Kalibaru yang memiliki beberapa desa yang minim pengajar seperti di Malangsari, Raung, dan Jatipasir; serta beberapa desa di Kecamayan Wongsorejo dan sekitarnya,” ungkap Alfian.

Menurut Alfian, program ini tidak hanya fokus pada kegiatan mengajar. Para peserta juga dituntut menjadi agen perubahan dan jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat Banyuwangi di wilayah penempatan mereka.

“Selama satu tahun penuh mereka bertugas, bukan hanya mengajar, tapi juga menjadi duta pemerintah Banyuwangi yang mampu memfasilitasi persoalan masyarakat di tempat mereka mengabdi,” tandasnya. (cw6-M Ksatria Raya/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#Banyuwangi Mengajar #daerah terpencil