RADARBANYUWANGI.ID – Puncak kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Universitas PGRI Banyuwangi (Uniba) ditutup dengan kegiatan monitoring dan evaluasi (monev).
Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Banyuwangi Suratno, SPd, MM didampingi Rektor Uniba Dr. H. Sadi, MM hadir langsung dalam kegiatan yang dipusatkan di aula Uniba tersebut.
Hadir juga Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Dr. Agus Mursidi, MPd, dan Kepala Bidang Pengabdian Masyarakat Uniba Dr. Donny Setiawan, M.Or
Monev KKN mengusung tema “Mengabdi dengan Hati, Membangun dengan Aksi”.
Sebelumnya, selama empat tahun Uniba melaksanakan kerja sama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi terkait pembelajaran lapangan bagi mahasiwa melalui pembuatan roadmap pariwisata di Banyuwangi.
Kegiatan KKN kali ini merupakan awal kembalinya program KKN di kampus Uniba.
Kepala Bidang Pengabdian Masyarakat Universitas PGRI Banyuwangi Dr. Donny Setiawan, M.Or mengatakan, KKN merupakan wadah mahasiswa Uniba untuk menerapkan langsung teori-teori yang didapat di bangku perkuliahan dengan penerapan nyata di lapangan.
“Ini adalah awal kami kembali ke desa untuk mengimplementasikan capaian-capaian yang wajib dilakukan oleh mahasiswa. salah satunya adalah dengan penerapan ilmu secara langsung di masyarakat sesuai dengan tema kita, mengabdi dengan hati, membangun dengan aksi,” ungkapnya.
Sebanyak 294 mahasiswa dari 6 fakultas telah diterjunkan di 3 desa mitra di wilayah Banyuwangi.
Selama 30 hari, mereka mengimplementasikan berbagai program berbasis kebutuhan lokal seperti pendampingan UMKM, edukasi lingkungan, peningkatan literasi digital, serta pemberdayaan masyarakat.
Tidak hanya itu, para mahasiswa juga diarahkan untuk menghasilkan produk luaran sebagai bentuk konkret dari kegiatan dan interaksi mereka bersama masyarakat desa.
Menariknya, dalam kegiatan monev kali ini, produk hasil karya mahasiswa dipamerkan dan dipresentasikan langsung di hadapan para dosen pembimbing dan pejabat yang hadir, termasuk Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi, Suratno.
Produk-produk tersebut mencerminkan kreativitas dan keberpihakan mahasiswa terhadap potensi lokal, mulai dari olahan pangan, produk pertanian, alat produksi UMKM hingga produk olahan limbah di desa setempat.
Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Suratno mengapresiasi langkah Uniba yang tidak hanya fokus pada pengabdian sosial, tetapi juga menekankan pentingnya inovasi dan keberlanjutan.
”Selamat untuk Uniba yang telah berhasil mewadahi mahasiswanya. Ini sebuah karya nyata dari mahasiswa Uniba untuk bisa meringankan dan membantu mahasiswa belajar untuk terlibat, berinovasi, dan memberi manfaat langsung,” ungkapnya.
Rektor Uniba, Dr. H. Sadi, MM menegaskan bahwa kegiatan KKN merupakan pengejawantahan dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat.
Ia menambahkan melalui tema KKN tahun ini, Uniba mendorong mahasiswanya untuk tidak hanya hadir di desa, tetapi menjadi bagian dari solusi.
“Sesuai dengan tema KKN, kami ingin menekankan bahwa kehadiran mahasiswa tidak hanya sekadar menjalankan kewajiban akademik, tetapi benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.
Lebih lanjut Sadi menjelaskan, hasil dari kegiatan KKN tak hanya menjadi arsip laporan, tetapi dapat berkembang menjadi program berkelanjutan. Dia berharap kegiatan KKN tidak berhenti pada laporan atau dokumentasi semata.
”Lebih dari itu bisa terus dikembangkan oleh masyarakat desa, menjadi program berkelanjutan, dan memberi manfaat jangka panjang,” pungkasnya. (cw5-Dalila Adinda/aif)
Editor : Ali Sodiqin