RADARBANYUWANGI.ID - Pemkab Banyuwangi terus mewujudkan pemerataan kualitas pendidikan di berbagai pelosok kabupaten ujung timur Pulau Jawa ini.
Salah satunya dengan menyediakan guru-guru berkualitas yang ditugaskan di sekolah-sekolah di daerah terpencil.
Terobosan pun dilakukan. Untuk mengatasi kekurangan tenaga pendidik sekaligus memastikan ketersediaan guru berkualitas tersebut, pemkab melalui Dinas Pendidikan (Dispendik) Banyuwangi merekrut para sarjana yang baru lulus kuliah dengan beasiswa bidik misi program Banyuwangi Cerdas.
Mereka akan ditempatkan di sekolah-sekolah dengan akses tersulit selama satu tahun. Mereka tergabung dalam Relawan Banyuwangi Mengajar.
Yang terbaru, sebelum benar-benar diterjunkan ke sekolah tujuan, sebanyak 37 Relawan Banyuwangi Mengajar, tersebut mengikuti pembekalan yang diadakan Dispendik Banyuwangi. acara berlangsung di Hall Hotel Santika Banyuwangi pada Sabtu (26/7).
Para relawan yang akan tinggal untuk mengajar dan mengabdi di daerah tersulit itu mendapat pelatihan singkat dari beberapa narasumber.
Di antaranya Dosen Universitas Cordoba Dr Nur Wiarsih yang juga Direktur Lazuardi Tursina Banyuwangi serta Sekretaris Dispendik Dr. Alfian, M.Pd, dan praktisi Pendidikan. Pembekalan ini berlangsung selama dua hari.
Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Suratno dalam sambutannya mengatakan bahwa pembekalan ini penting agar mereka memperoleh pengetahuan dan keterampilan serta metode selama bertugas di lapangan.
"Sehingga para Relawan Banyuwangi Mengajar dapat menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya serta memberi manfaat sebesar-besarnya bagi anak didik pada khususnya dan masyarakat pada umumnya," ujarnya.
Selain tugas pokok menjadi guru, di luar jam mengajar para relawan juga ikut berpartisipasi dalam proses pembangunan di desa sesuai dengan kemampuan disiplin ilmu yang dimiliki, yaitu mengajar agama, kesehatan, hukum, sosial budaya, dan teknologi. (sgt)
Editor : Lugas Rumpakaadi