RADARBANYUWANGI.ID - Tak selalu mudah menanggung beban hidup. Kadang, dalam satu hari saja, kita bisa merasa terhimpit oleh masalah pekerjaan, keluarga, atau bahkan tekanan batin yang sulit dijelaskan.
Dalam momen seperti itu, manusia sejatinya membutuhkan tempat bersandar yang tidak pernah mengecewakan: Allah, Sang Maha Hidup dan Maha Berdiri Sendiri.
Ada sebuah doa yang diriwayatkan oleh Ibnu As-Sunni (No. 46), pendek namun padat makna, yang dapat menjadi pegangan saat kita merasa kehilangan arah.
يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْتُ وَأَصْلِحْ لِي شَأْنِي كُلَّهُ وَلَا تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ أَبَدًا
Yaa hayyu yaa qoyyuum birohmatika astaghiitsu, wa ash-lihlii sya'nii kullahu wa laa takilnii ilaa nafsii thorfata 'ainin abadaa
Baca Juga: Panjalu, Nama Lain Kerajaan Kediri yang Nyaris Menguasai Nusantara! Ini Sejarah Lengkapnya
Dalam doa ini, terdapat permohonan yang sangat menyentuh: “Wahai Dzat yang Maha Hidup dan Maha Mandiri, dengan kasih sayang-Mu aku memohon pertolongan. Perbaikilah seluruh urusanku, dan jangan Engkau serahkan aku pada diriku sendiri walau hanya sekejap mata.”
Mengandalkan diri sendiri terkadang justru menjadi jebakan. Sebab kemampuan manusia terbatas, sementara urusan hidup bisa sangat luas dan tak terduga.
Baca Juga: Motor Aja Sulit Lewat, Jalur Alternatif Jalur Gumitir Ternyata Seberbahaya Ini
Dalam sekejap, segalanya bisa berubah. Karena itu, doa ini menjadi bentuk penyerahan total kepada Allah, agar setiap keputusan, tindakan, dan perjalanan hidup senantiasa dalam bimbingan-Nya.
Uniknya, doa ini justru bukan muncul dari kondisi putus asa, melainkan dari kesadaran akan lemahnya manusia di hadapan kuasa Ilahi.
Baca Juga: Warga Jember-Banyuwangi Wajib Baca, Kereta Api Ini Siap Gantikan Akses Jalan Nasional yang Ditutup
Betapa halus caranya mengajarkan kita untuk tidak sombong atas kekuatan sendiri, dan selalu meyakini bahwa rahmat Allah jauh lebih besar dari sekadar usaha kita.
Ada alasan kenapa doa ini banyak diamalkan oleh para ulama, bahkan dijadikan wirid harian. Sebab dalam kalimatnya tersimpan harapan untuk perbaikan total, bukan hanya satu atau dua masalah, tetapi semua urusan hidup.
Ia seperti pelindung spiritual yang mengingatkan, tanpa campur tangan Allah, kita hanyalah makhluk yang mudah goyah.
Doa ini bukan hanya dibaca saat sempit, tapi juga saat lapang. Karena sejatinya, tidak ada momen dalam hidup yang benar-benar bisa kita kendalikan sepenuhnya.
Jadi, ketika hari-harimu mulai terasa berat, atau justru terlalu ringan hingga membuatmu lupa diri, ingatlah doa ini. Sebab yang paling tahu apa yang terbaik untuk kita, bukanlah diri sendiri, melainkan Tuhan yang menciptakan segalanya. (*)
- Ikuti terus berita ter-update Radar Banyuwangi di Google News