RADARBANYUWANGI.ID – Memohon ampunan kepada Allah SWT. dan menghentikan segala kegiatan yang tidak di ridha-i oleh-Nya adalah salah satu perlakuan taubat yang luar biasa.
Taubat ialah proses kembali, bukan hanya sekedar pengakuan kesalahan saja. Allah SWT. sebenarnya cemburu kepada hamba-Nya karena lalai dan tak patuh dengan perintah-Nya.
Allah SWT. selalu menunggu hamba yang ingin bertaubat dan meninggalkan segala perkara yang membuat-Nya murka. Yakinkan dalam hati bahwa Allah SWT. Maha Pengampun bagi siapa pun hamba yang kembali, tak peduli seberapa besar dosanya.
Melakukan perkara buruk menimbulkan dosa yang membuat hati terasa berat, pikiran tidak terkendali bahkan terasa jauh dari nikmat. Namun, terdapat doa yang bisa membuat hati merasa lebih tenang dan bisa kembali ke jalan yang lurus.
Jika dibaca dengan keyakinan bahwa Allah SWT. akan menjawab dan yakin bahwa segala dosamu akan diampuni serta taubatmu diterima oleh-Nya.
Memohon ampun bukanlah tanda kelemahan, tapi keberanian mengakui dan memperbaiki diri. Justru dengan taubat, seorang hamba menjadi lebih mulia di mata Allah.
Dalam Al-Qur'an, terdapat doa taubat yang diajarkan oleh Nabi Adam AS dan Hawa saat mereka menyadari kesalahan mereka setelah melanggar larangan Allah.
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
Robbanaa zholamnaa anfusanaa wa illam taghfir lanaa wa tarhamnaa lanakuunanna minal khaasiriin
(QS. Al-A’raf: 23)
"Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan merahmati kami, niscaya kami termasuk golongan yang rugi."
Doa ini bukan hanya sekadar rangkaian kata, melainkan bentuk penyesalan yang tulus dari lubuk hati terdalam.
Ia adalah cermin bahwa manusia lemah dalam menjaga hati, pikiran, dan perlakuan, namun selalu punya jalan untuk kembali kepada Tuhannya, melalui taubat.
Apa yang membuat doa ini istimewa adalah kerendahan hati di dalamnya. Tidak menyalahkan siapa pun, melainkan mengakui kesalahan diri sendiri dan menyerahkan sepenuhnya pada belas kasih Allah SWT..
Mari jadikan doa Nabi Adam AS ini sebagai bagian dari kehidupan harian kita. Sebab, setiap hari kita butuh pengampunan, setiap saat kita butuh rahmat, dan setiap detik kita bisa saja tergelincir. Tapi selama hati belum mati, pintu taubat tetap terbuka. (*)
Ikuti terus berita ter-update Radar Banyuwangi di Google News.
Editor : Ali Sodiqin