RADARBANYUWANGI.ID - Suasana penuh semangat mewarnai hari pertama masuk sekolah tahun ajaran baru yang dimulai Senin (14/7).
Hari pertama masuk sekolah berlaku untuk jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), SD, SMP, hingga SMA.
Para siswa baru tampak berbaris rapi mengikuti upacara dengan penuh semangat. Sebagian dari mereka masih terlihat canggung dan sedikit mengantuk.
Untuk jenjang PAUD, SD dan SMP, Dinas Pendidikan Banyuwangi memberlakukan program ”Orang Tua Mengantar Anak Sekolah”.
Banyak dari siswa baru kelas 1 SD diantar langsung oleh orang tua mereka. Beberapa di antaranya bahkan masih tampak menangis saat harus berpisah dan masuk ke lingkungan sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Banyuwangi, Suratno, turut memantau langsung kegiatan hari pertama sekolah.
Ia mengunjungi SDN 4 Penganjuran dan SMPN 1 Banyuwangi untuk memastikan program antar anak ke sekolah oleh para orang tua, terutama untuk anak yang memasuki masa transisi dari PAUD ke SD, berjalan sesuai arahan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
“Anak-anak yang baru masuk jenjang SD tidak langsung diberikan pembelajaran serius. Nuansanya masih seperti PAUD, lebih banyak bermain, bersenang-senang, dan pendekatannya dilakukan secara perlahan untuk transisi ke jenjang SD,” ujar Suratno saat ditemui di sela kunjungannya.
Menurutnya, masa transisi dari PAUD ke SD sangat krusial. Karena itu, pendekatan emosional harus menjadi prioritas di hari-hari pertama agar anak tidak merasa kaget atau tertekan dengan perubahan lingkungan belajar yang baru.
“Harapannya anak-anak bisa cepat beradaptasi. Meski pelan-pelan, tapi tetap harus mengarah pada tujuan agar siswa baru mampu mengikuti pembelajaran di jenjang SD dengan baik,” tambahnya.
Suratno juga menyampaikan bahwa keterlibatan orang tua sangat penting dalam masa transisi ini. Namun, kemandirian anak harus mulai dilatih secara bertahap.
“Nantinya akan ada kebijakan, orang tua hanya boleh mengantar sampai di depan gerbang sekolah, selanjutnya diserahkan ke guru-guru. Hal ini agar anak-anak terbiasa mandiri,” jelasnya.
Kepala SDN 4 Penganjuran Dosi Yudha Priangga, mengatakan, pihak sekolah juga mengadopsi pendekatan dengan kebijakan transisi dari PAUD ke SD.
Pembelajaran awal bagi siswa kelas 1 akan disesuaikan dengan karakteristik anak usia dini.
“Pendekatannya harus lembut, supaya anak tidak merasa kaget sudah masuk SD. Kami ingin suasana awal tetap menyenangkan bagi anak, tidak langsung membuat mereka merasa terbebani,” ujarnya.
Dosi menambahkan, pendampingan dari guru maupun orang tua sangat diperlukan dalam proses adaptasi ini.
“Kami akan bantu semaksimal mungkin agar anak-anak yang sedang dalam tahap transisi ini bisa merasa nyaman agar bisa belajar di jenjang SD,” katanya.
Salah satu orang tua siswa, Subhan, yang mengantar anaknya di hari pertama sekolah, mengaku masih ingin menemani anaknya untuk beberapa waktu ke depan.
“Mungkin awal-awal ini saya akan menunggu juga. Tapi harapannya, anak saya bisa segera beradap tasi di SD, serta ke depan saya cukup mengantar dan menjemput saja,” ujarnya. (cw6-M Ksatria Raya/aif)
Editor : Ali Sodiqin