RADARBANYUWANGI.ID – Peluncuran Sekolah Rakyat (SR) dilakukan secara serentak di 63 lokasi seluruh Indonesia, Senin (14/7).
Banyuwangi masuk dalam peluncuran yang dipusatkan di SR Sentra Terpadu di Cibinong, Bogor oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul).
Sekolah Rakyat adalah sebuah program pendidikan berbasis asrama “boarding school” yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Di Banyuwangi, peluncuran SR dilakukan di Balai Diklat PNS, Kecamatan Licin, yang menjadi salah satu lokasi kegiatan pembelajaran SR.
SR di Licin menampung 25 siswa SD, SMP dan SMA masing-masing 50 anak. Sehingga jumlah siswa yang tinggal di asrama sebanyak 125 anak.
Peresmian SR dihadiri langsung oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Inspektur Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial (Kemensos) Afrizon Tanjung, serta sejumlah instansi terkait. Kepala SR Chitra Arti Maharani juga hadir.
Dalam pembukaan itu, para siswa baru didampingi orang tua dan keluarganya. Mereka ikut hadir di balai diklat PNS Licin.
Ada yang membawa koper maupun tas untuk perlengkapan pribadi yang nantinya dipakai kebutuhan anak-anak selama tinggal di asrama.
Gedung SR cukup representafif. Ada ruang kelas, empat asrama untuk putra dan putri, dan masjid.
Untuk asrama, satu ruangan diisi empat siswa dengan fasilitas dua kasur bertingkat. Lapangan olahraga juga disiapkan. Semua mebeler untuk kegiatan belajar mengajar terlihat baru semua.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, hari pertama masuk SR belum dimulai pembelajaran akademik.
Para siswa menjalani Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) serta pemeriksaan kesehatan menyeluruh.
“Fasilitas kesehatan kita manfaatkan untuk mengetahui kondisi anak sejak awal, karena akan berdampak pada proses belajar ke depannya,” ujarnya.
Ipuk menekankan perlunya peningkatan sarana pendukung, mengingat lingkungan SR yang berada di area perkebunan.
“Kita evaluasi, seperti perlunya pemisahan asrama putra dan putri serta dipisahkan untuk para siswa di setiap jenjang SD, SMP, dan SMA. Juga perlu ada tambahan gorden dan kasa nyamuk. Saat ini masih belum ada petugas kebersihan, nantinya akan kami bantu lewat dians lingkunagn hidup (DLH). Kita siapkan satu gedung untuk pendamping agar bisa mengawasi anak-anak selama 24 jam,” jelasnya.
Di hadapan para siswa SR, Ipuk berpesan agar mereka tidak merasa minder.
“Kalian adalah anak-anak terpilih. SR bukan sekolah pinggiran, tapi sekolah untuk calon pemimpin bangsa. Gunakan kesempatan ini untuk menjadi generasi yang berhasil,” pesan Ipuk.
Kepala Sekolah SR Banyuwangi Chitra Arti Maharani mengatakan, tahun ini SR menerima 25 siswa untuk jenjang SD serta 50 siswa untuk jenjang SMP dan SMA.
Kelas untuk SD dimulai kelas 4, 5, dan kelas 6 dengan sistem multi-entri dan multi-eksis.
“Dua bulan pertama, anak-anak akan menjalani masa adaptasi. Mereka akan dipersiapkan secara fisik, mental, dan psikologis agar siap menjalani pembelajaran akademik yang dimulai September,” terang Chitra.
Chitra menambahkan, sistem pembelajaran menggunakan Learning Management System (LMS) dari Kemensos yang telah disiapkan secara digital.
“Kami siapkan sesuai kebutuhan siswa agar mereka bisa fokus belajar tanpa memikirkan biaya. Semua fasilitas gratis, termasuk kebutuhan pokok mereka,” tambah Chitra.
Inspektur Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos Afrizon Tanjung menyebut, peluncuran SR sebagai tonggak sejarah.
“Hari ini (kemarin) ada 63 titik SR yang dibuka secara serentak di seluruh Indonesia. Kami dari Kemensos akan terus mendukung, termasuk kebutuhan gawai dan lainnya. Terima kasih kepada Pemkab Banyuwangi yang sudah bersinergi demi mewujudkan generasi pemotong garis kemiskinan, semoga bisa menjadi solusi yang terbaik untuk ke depannya,’’ ungkap Afrizon.
Hodang, salah satu orang tua siswa jenjang SMA yang bersekolah di SR mengaku sangat bersyukur dengan adanya program ini.
“Sebelumnya anak saya sudah daftar ke SMA formal, tapi biayanya sangat mahal bagi saya. Begitu tahu ada SR yang gratis, saya langsung daftarkan,” ucap pria asal Kelurahan Sumberrejo, Banyuwangi itu.
Salah satu siswa SMP, Iza, mengaku antusias bersekolah di SR.
“Senang bisa sekolah di sini, bertemu teman-teman baru dari banyak tempat yang jauh. Nggak sabar ingin belajar,” ujar siswa yang sebelumnya sekolah di SDN Kedungwungu, Kecamatan Tegaldlimo dengan penuh semangat. (cw6-M Ksatria Raya/aif)
Editor : Ali Sodiqin