RADARBANYUWANGI.ID - Pernahkah kamu bertanya-tanya, bagaimana makhluk hidup pertama di bumi bisa muncul? Pertanyaan ini tidak pernah sepi dibahas para ilmuwan, sejarawan, bahkan para filsuf sejak ribuan tahun lalu. Dari teori evolusi kimia hingga hipotesis panspermia, semua berusaha menjawab itu.
Sains mengungkapkan, sekitar 4,6 miliar tahun lalu, bumi terbentuk dari debu dan gas sisa ledakan bintang raksasa.
Awalnya, bumi adalah bola magma pijar. Suhu sangat panas, permukaan dipenuhi gunung api aktif, tabrakan meteorit, dan hujan asam.
Tidak ada air, apalagi makhluk hidup. Lalu bagaimana makhluk hidup pertama bisa lahir di kondisi sekeras itu?
Kuncinya ada pada pendinginan bumi. Seiring waktu, kerak bumi mulai mengeras. Uap air dari letusan vulkanik mengendap menjadi hujan yang tak henti-henti selama ribuan tahun.
Lautan purba terbentuk, menjadi “kaldu primordial”, ini merupakan istilah yang dipopulerkan oleh ilmuwan Alexander Oparin dan J.B.S. Haldane pada 1920-an.
Teori Evolusi Kimia: Kaldu Kehidupan
Konsep “kaldu primordial” menyatakan bahwa lautan purba ini kaya akan senyawa kimia sederhana. Seperti amonia, metana, hidrogen, air.
Dalam kondisi tertentu, energi petir atau radiasi ultraviolet diduga memicu reaksi kimia membentuk asam amino, peptida, dan akhirnya molekul organik yang lebih kompleks.
Percobaan terkenal Stanley Miller dan Harold Urey pada 1953 membuktikan hipotesis ini. Dalam tabung kaca berisi gas-gas seperti di atmosfer purba, lalu disetrum listrik menyerupai petir, terciptalah asam amino. Inilah “batu bata” pertama penyusun protein.
Bagaimana Makhluk Hidup Muncul?
Molekul organik itu tidak langsung menjadi makhluk hidup, tetapi berproses jutaan tahun. Molekul-molekul membentuk protobiont, struktur mirip membran sel primitif. Dari situlah muncul organisme bersel tunggal pertama yakni prokariotik, bakteri purba.
Para ilmuwan memperkirakan makhluk hidup paling awal muncul sekitar 3,5 hingga 3,8 miliar tahun lalu, diduga berupa bakteri anaerob yang hidup di dasar laut, dekat sumber air panas (vent hidrotermal).
Energi panas, mineral, dan tekanan tinggi memicu reaksi kimia yang mendukung lahirnya kehidupan.
Teori Panspermia: Benarkah Benih Kehidupan dari Luar Angkasa?
Selain teori evolusi kimia di bumi, ada juga hipotesis panspermia. Ide ini berpendapat bahwa kehidupan pertama di bumi berasal dari mikroba atau spora yang terbawa meteorit dari planet lain atau debu kosmik.
Walau belum terbukti secara langsung, riset meteorit pernah menemukan asam amino di batu luar angkasa, mendukung kemungkinan “bibit kehidupan” tersebar di alam semesta.
Fakta Menarik: Kehidupan Awal Sederhana Tapi Tangguh
Makhluk hidup awal yang muncul pada masa awal pembentukan bumi mungkin hanyalah mikroba sederhana, tetapi mereka bertahan di kondisi ekstrem seperti panas, tekanan tinggi, dan kadar oksigen nyaris nol.
Bahkan, peneliti menemukan mikroba ekstremofil masa kini yang mirip nenek moyang bakteri purba, hidup di ventilasi hidrotermal di dasar laut.
Bagaimana Makhluk Hidup Pertama Muncul Menurut Islam?
Dalam perspektif Islam, pertanyaan tentang bagaimana makhluk hidup dapat muncul pada masa awal pembentukan bumi memiliki jawaban yang berbeda dibanding penjelasan sains modern.
Al-Qur’an tidak merinci proses kimia atau evolusi panjang, tetapi menekankan bahwa segala bentuk kehidupan adalah ciptaan langsung dari Allah SWT.
Dalam banyak ayat, Al-Qur’an menegaskan bahwa air adalah unsur penting kehidupan, sebagaimana tercantum dalam Surah Al-Anbiya ayat 30.
Ayat ini sering dijadikan rujukan bahwa sumber kehidupan memang diciptakan dengan sangat terencana, bukan muncul secara kebetulan.
Manusia pertama, yaitu Nabi Adam AS, juga tidak dikisahkan melalui proses evolusi. Dalam Surah Sad ayat 71-72, Allah berfirman bahwa manusia diciptakan dari tanah, kemudian Allah meniupkan ruh ke dalamnya.
Hal ini ditegaskan juga dalam banyak hadits shahih dan tafsir para ulama klasik seperti Ibnu Katsir.
Dari sinilah umat Islam meyakini bahwa manusia bukan hasil perkembangan hewan yang lebih rendah, tetapi makhluk mulia yang diciptakan langsung.
Makhluk hidup lainnya seperti hewan, tumbuhan, dan jin juga termasuk ciptaan Allah yang hadir sesuai kehendak-Nya.
Para ulama menyebutkan, meski sains menemukan proses kimia pembentukan senyawa organik, semua proses itu tetap terjadi atas izin dan aturan-Nya.
Dengan kata lain, penemuan ilmiah justru memperkuat keimanan, karena membuktikan betapa sempurnanya rancangan penciptaan.
Dari sudut pandang Islam, jawaban atas bagaimana makhluk hidup dapat muncul pada masa awal pembentukan bumi adalah penciptaan langsung, yang berjalan dengan sunatullah (hukum alam) yang telah ditetapkan-Nya. Pengetahuan sains hanyalah bagian dari upaya manusia untuk memahami kebesaran Sang Khalik.
Editor : Agung Sedana