RADARBANYUWANGI.ID - Tak sedikit orang yang pernah terbesit ingin mengutuk orang lain. Kata kunci “doa agar orang yang menyakiti kita celaka” bahkan cukup sering muncul di internet.
Padahal, tahukah kamu? Dalam Islam, mendoakan keburukan untuk orang lain justru bukan ajaran yang dianjurkan.
Setiap manusia pasti pernah disakiti, dihina, atau dikhianati. Rasa sakit hati membuat sebagian orang terpancing untuk berdoa agar orang yang menyakitinya celaka.
Tapi, Islam mengajarkan sebaliknya yakni doa seharusnya dipanjatkan untuk kebaikan, bukan keburukan.
Mendoakan Keburukan, Apa Hukumnya?
Dalam Al-Qur’an dan hadis, Nabi Muhammad SAW justru mengajarkan umatnya untuk bersabar dan memaafkan, sekalipun disakiti. Balasan keburukan dengan keburukan hanya akan menimbulkan lingkaran dendam tak berujung.
Alih-alih mengutuk, Rasulullah SAW mendoakan orang-orang yang pernah menghina dan menyakitinya agar mendapatkan petunjuk.
Seperti kisah Nabi yang mendoakan penduduk Thaif, meski dilempari batu hingga berdarah, beliau tetap memohon agar Allah membuka hati mereka.
Daripada berdoa buruk, sebaiknya panjatkan doa memohon ketabahan, kekuatan, dan perlindungan dari segala keburukan orang lain. Inilah beberapa doa yang bisa diamalkan:
Doa Mohon Kesabaran dan Kekuatan Saat Disakiti
رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
“Rabbanaa afrigh ‘alaynaa shabran wa tsabbit aqdaamanaa wanshurnaa ‘alal qawmil kaafiriin.”
Artinya: “Ya Tuhan kami, limpahkanlah kepada kami kesabaran, teguhkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap orang-orang yang zalim.
Doa Memohon Ganti yang Lebih Baik
اللّهُمَّ أَجِرْنِي فِي مُصِيبَتِي وَاخْلُفْ لِي خَيْرًا مِنْهَا
“Allahumma ajirni fi musibati wakhluf li khayran minha.”
Artinya: “Ya Allah, berilah aku pahala dalam musibahku ini, dan gantilah dengan yang lebih baik darinya.”
Doa Agar Terlindung dari Keburukan Orang Lain
بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
“Bismillahilladzi laa yadhurru ma‘asmihi syai’un fil ardhi wa laa fis samaa’i wa huwa as-Sami‘ul ‘Alim.”
Artinya: “Dengan nama Allah yang bersama nama-Nya tidak ada sesuatu pun yang membahayakan di bumi dan di langit, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
Doa-doa ini dapat diamalkan agar hati kita kuat, pikiran tetap jernih, dan terhindar dari keburukan orang lain.
Mendoakan celaka bagi orang lain hanya akan menambah beban batin. Sebaliknya, dengan mendoakan kebaikan, kita akan lebih tenang.
Allah Maha Melihat semua perbuatan hamba-Nya, balasan kebaikan dan keburukan akan datang pada waktunya.
Jadi, jika Anda tergoda mencari “doa agar orang yang menyakiti kita celaka”, ingatlah bahwa Islam mendorong kita untuk menahan amarah, memaafkan, dan berdoa untuk kebaikan. Itulah jalan terindah menuju hati yang lapang.
Semoga kita senantiasa diberikan ketabahan, kekuatan, dan perlindungan dari segala bentuk bahaya. Amin.
Editor : Agung Sedana