Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Panduan Lengkap Puasa Tasua dan Asyura 2025: Jadwal, Niat, dan Keutamaan yang Tak Boleh Terlewat

Bayu Shaputra • Sabtu, 5 Juli 2025 | 02:40 WIB
Jdwal puasa Tasua dan Asyura.
Jdwal puasa Tasua dan Asyura.

RADARBANYUWANGI.ID – Bulan Muharram 1447 Hijriah telah tiba, membawa peluang luar biasa bagi umat Islam untuk mendapatkan pahala yang melimpah melalui puasa sunnah. Di antara amalan yang sangat dianjurkan pada bulan suci ini adalah puasa Tasua dan Asyura, yang berlangsung pada tanggal 9 dan 10 Muharram.

Kedua hari khusus ini bukan hanya sebagai tradisi religi, tetapi juga menyimpan makna sejarah yang mendalam serta manfaat yang besar bagi setiap muslim yang melaksanakannya.

Puasa Tasua dan Asyura mempunyai dasar yang kuat dalam ajaran agama Islam, di mana puasa Asyura bisa menghapuskan dosa yang diperoleh selama setahun sebelumnya.

Keutamaan ini membuat kedua hari tersebut menjadi momen yang tidak boleh diabaikan bagi umat Islam yang ingin membersihkan diri dari kesalahan dan dosa yang telah berlalu.

Menurut perhitungan kalender Hijriah, terdapat perbedaan dalam penetapan jadwal puasa Tasua dan Asyura antara berbagai organisasi Islam di Indonesia. Pemerintah dan NU mengumumkan bahwa 1 Muharam 1447 H jatuh pada 27 Juni 2025, sementara Muhammadiyah merayakannya pada 26 Juni 2025.

Jadwal Menurut Pemerintah dan NU:

Puasa Tasua (9 Muharram): Sabtu, 5 Juli 2025

Puasa Asyura (10 Muharram): Minggu, 6 Juli 2025

Jadwal Menurut Muhammadiyah:

Puasa Tasua (9 Muharram): Jumat, 4 Juli 2025

Puasa Asyura (10 Muharram): Sabtu, 5 Juli 2025

Perbedaan jadwal ini adalah hal yang biasa dan tidak mengurangi keutamaan dari ibadah puasa tersebut. Umat Islam dapat memilih mengikuti jadwal yang ditentukan oleh organisasi atau lembaga yang mereka percayai.

Landasan Syar'i dan Sejarah Puasa Tasua

Anjuran untuk melaksanakan puasa Tasua didukung oleh hadis Nabi Muhammad SAW. Dalam sebuah hadis sahih yang diriwayatkan oleh Muslim dari Ibnu Abbas, dijelaskan bahwa saat Rasulullah SAW mengetahui bahwa umat Yahudi dan Nasrani juga menghormati hari Asyura, beliau mengatakan bahwa di tahun berikutnya, umat Islam akan berpuasa pada hari kesembilan (Tasua) agar bisa berbeda dari tradisi mereka.

Puasa Tasua bukan sekadar tambahan dari puasa Asyura, tetapi mempunyai hikmah tersendiri yang menguatkan identitas umat Islam serta menunjukkan keunikan ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW. Pelaksanaan puasa Tasua dan Asyura juga dianggap sebagai bentuk kesempurnaan dalam beribadah, di mana umat Islam mengekspresikan keseriusan mereka dalam menjalani sunnah Rasulullah.

Keutamaan dan Pahala Puasa Asyura

Puasa Asyura memiliki keistimewaan yang sangat besar dalam Islam. Berdasarkan hadis yang diriwayatkan oleh Muslim, Nabi SAW menyatakan bahwa puasa pada hari Asyura dapat menghapuskan dosa selama satu tahun yang lalu. Namun, para ulama menjelaskan lebih lanjut tentang jenis dosa yang bisa diampuni.

Imam an-Nawawi, seorang ulama terkemuka, menjelaskan bahwa dosa yang diampuni melalui puasa Asyura adalah dosa-dosa kecil (saghirah). Untuk dosa besar (kabirah), diperlukan taubat nasuha yang tulus kepada Allah SWT. Penjelasan ini penting agar umat Islam tidak salah memahami keutamaan puasa Asyura sebagai "tiket gratis" untuk melakukan dosa besar.

Bacaan Niat Puasa Tasua dan Asyura

Niat adalah bagian penting dalam setiap ibadah, termasuk puasa sunnah. Berikut adalah bacaan niat yang bisa diamalkan:

Niat Puasa Tasua:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ التَا سُوعَاء لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin 'an adâ'i sunnatit Tasû'a lillâhi ta'âlâ.

"Aku berniat puasa sunnah Tasua esok hari karena Allah SWT. "

Niat Puasa Asyura:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ ِعَا شُورَاء لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin 'an adâ'i sunnatil âsyûrâ lillâhi ta'âlâ.

"Aku berniat puasa sunnah Asyura esok hari karena Allah SWT. "

Bagi yang berencana di siang hari (sebelum matahari terbenam), dapat menggunakan ungkapan yang diarahkan dengan memasukkan kata "hâdzal yaumi" (hari ini) sebagai pengganti "ghadin" (hari esok).

Tips Persiapan Sebelum Puasa Tasua dan Asyura

Untuk memaksimalkan pelaksanaan ibadah puasa Tasua dan Asyura, ada beberapa hal yang bisa dipersiapkan. Pertama, siapkan tubuh dengan mengatur pola makan beberapa hari sebelumnya.

Kedua, tingkatkan istighfar dan dzikir untuk membersihkan hati dari berbagai noda spiritual. Ketiga, susun rencana kegiatan ibadah selama berpuasa, seperti membaca Al-Quran, berdzikir, dan berdoa.

Selain itu, umat Islam juga dianjurkan untuk lebih banyak bersedekah dan berbagi dengan orang lain, terutama mereka yang membutuhkan. Menggabungkan puasa, dzikir, dan sedekah akan memperkuat aspek spiritual dan sosial dalam beribadah. ***


Editor : Ali Sodiqin
#Puasa Tasua dan Asyura #muharram #suro #puasa sunah