RADARBANYUWANGI.ID – Propeller kapal atau yang sering disebut baling-baling kapal adalah salah satu bagian krusial dalam sistem penggerak kapal.
Jika tidak ada propeller, tentunya kapal tidak dapat bergerak di air, baik maju maupun mundur.
Kali ini kita akan membahas secara lengkap tentang definisi propeller kapal, jenis-jenisnya dan tentang bagaimana sih cara kerja baling-baling kapal hingga dapat menggerakkan badan kapal di perairan?
Propeller Kapal
Alat mekanis ini yang biasanya dipasang di bagian belakang kapal (buritan) dan berfungsi untuk menciptakan dorongan (thrust) yang menggerakkan kapal.
Alat ini mendapat energi dari mesin utama kapal dan mengubahnya menjadi gerakan kinetik di air yang bisa mendorong kapal maju atau mundur.
Propeller umumnya terdiri dari beberapa bilah (blade) yang melekat pada poros (shaft). Ketika mesin memutar poros ini, bilah-bilahnya mendorong air ke belakang, dan sebagai akibatnya, kapal terdorong ke arah sebaliknya.
Jenis-jenis Propeller Kapal
Berikut adalah beberapa jenis baling-baling kapal yang umum digunakan:
- Fixed Pitch Propeller (FPP)
Bilah propeller di tipe ini mempunyai sudut tetap dan tidak dapat diatur ulang. Bentuknya sederhana dan bisa tahan lama, kekurangannya ialah kurang fleksibel dalam berbagai kondisi pelayaran. - Controllable Pitch Propeller (CPP)
Memungkinkan pengaturan sudut bilah sesuai dengan kebutuhan. Tipe ini bisa memberikan fleksibilitas lebih dalam pengaturan kecepatan dan efisiensi bahan bakar, namun memerlukan perawatan lebih intensif. - Ducted Propeller (Kort Nozzle)
Lengkap dengan saluran atau nozzle melingkar yang dapat mengelilingi propeller. Meningkatkan daya dorong bila kapal berjalan dengan kecepatan rendah. Tipe Kort Nozzle cocok untuk kapal tunda atau kapal berat. - Feathering Propeller
Baling-baling ini bisa dilipat sejajar dengan aliran air saat tidak digunakan. Umum dipakai pada kapal layar untuk mengurangi hambatan saat hanya mengandalkan angin. - Twin-Screw Propeller
Menggunakan dua baling-baling, di kiri dan kanan buritan. Memberikan stabilitas ekstra dan memudahkan manuver, cocok untuk kapal besar dan feri.
Cara Kerja Propeller Kapal
Propeller bekerja berdasarkan prinsip aksi-reaksi (Hukum Newton III). Ketika baling-baling berputar dan mendorong air ke belakang, air akan memberikan dorongan ke depan terhadap kapal.
- Mesin akan menggerakkan poros
- Putaran bilah propeller menghasilkan dorongan
- Arah geraknya tergantung putaran
- Desain dan sudut propeller menentukan efisiensi
Propeller kapal memegang peran vital dalam sistem penggerak kapal modern. Pemilihan jenis dan desain yang tepat dapat meningkatkan efisiensi, menghemat bahan bakar, dan mendukung manuver kapal di berbagai kondisi laut. (*)
Ikuti terus berita ter-update Radar Banyuwangi di Google News.
Editor : Ali Sodiqin