RADARBANYUWANGI.ID - Pendidikan bukan sekadar transfer ilmu. Lebih dari itu, pendidikan juga harus mampu membentuk manusia yang berakhlak, berbudaya, dan peduli terhadap sesama.
Untuk itu, Pemkab Banyuwangi menyediakan ruang ekspresi seni bagi para pelajar melalui “Festival Padhang Ulanan”.
Festival ini rutin digelar setiap bulan secara bergiliran di kecamatan-kecamatan se-Bumi Blambangan.
Dalam setiap kali penyelenggaraan, ratusan pelajar mulai jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga SMA/sederajat, baik sekolah negeri, swasta, maupun sekolah berbasis komunitas agama unjuk kebolehan.
Mereka menampilkan beragam atraksi seni dan budaya, seperti tari Gandrung, Tari Jaran Goyang, dan Pertunjukan Seblang Lukinto.
Ada juga siswa yang menampilkan kesenian wayang kulit, sandiwara rakyat, syair tradisional Oseng, pembacaan naskah kuno “Mocoan Pacul Goang” yakni Lontar Yusuf (naskah kuno) diselingi dengan fragmen atau sandiwara bernuansa komedi yang mengangkat nilai-nilai positif dari isi Lontar, dan lain sebagainya.
Bupati Ipuk Fiestiandani mengatakan, Festival Padhang Ulanan bukan sekadar ajang unjuk kebolehan, tetapi juga sarana edukasi dan investasi untuk menanamkan kecintaan budaya Banyuwangi kepada generasi muda. (*)
Editor : Lugas Rumpakaadi