RADARBANYUWANGI.ID – Di antara banyaknya kisah eskatologis dalam Islam, bangsa Yajuj dan Majuj menjadi salah satu misteri besar yang belum terpecahkan hingga hari ini.
Jelas disebut dalam Al-Qur’an dan hadis Nabi, mereka digambarkan sebagai kaum yang sangat kuat, destruktif, dan akan muncul sebagai salah satu tanda besar menjelang Hari Kiamat.
Kisah Yajuj dan Majuj secara eksplisit disebut dalam dua ayat utama, yaitu dalam Surah Al-Kahfi (18:93-98) dan Surah Al-Anbiya (21:96-97).
Dalam Surah Al-Kahfi, diceritakan bahwa seorang pemimpin agung bernama Dzulqarnain melakukan perjalanan ke daerah antara dua gunung, dan bertemu satu kaum yang mengeluhkan kejahatan Yajuj dan Majuj.
Mereka meminta Dzulqarnain membangun penghalang agar dua bangsa tersebut tidak bisa keluar.
“Mereka berkata: ‘Wahai Dzulqarnain, sesungguhnya Yajuj dan Majuj adalah orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi; maka dapatkah kami memberi imbalan kepadamu agar kamu membuat dinding antara kami dan mereka?’” (QS. Al-Kahfi: 94)
Dzulqarnain pun membangun tembok kokoh dari besi dan tembaga cair, yang hingga saat ini dipercaya masih menahan Yajuj dan Majuj dari dunia luar.
Siapa Yajuj dan Majuj?
Yajuj dan Majuj bukan makhluk gaib. Dalam berbagai hadis sahih, mereka disebut sebagai manusia biasa namun jumlahnya sangat besar dan bersifat sangat destruktif. Dalam hadis riwayat Muslim disebutkan:
“Yajuj dan Majuj akan keluar, dan dari setiap arah mereka akan turun dengan cepat, dan mereka akan meminum seluruh air dan menghancurkan segala yang mereka lewati.” (HR. Muslim)
Mereka disebut-sebut sebagai kaum yang akan menguasai bumi dalam waktu singkat, membuat kekacauan besar, hingga akhirnya dibinasakan langsung oleh Allah lewat sejenis ulat atau penyakit di leher mereka.
Dimana Mereka Sekarang?
Ini adalah pertanyaan terbesar, di mana bangsa Yajuj dan Majuj berada sekarang?
Mayoritas ulama berpendapat mereka masih berada di balik dinding yang dibuat Dzulqarnain, dan akan keluar hanya saat Allah menghendaki.
Beberapa lokasi yang disebut-sebut sebagai “dugaan” tembok itu termasuk:
- Pegunungan Kaukasus (Derbent, antara Rusia dan Azerbaijan)
- Wilayah Asia Tengah
- Bahkan ada yang berspekulasi soal Tembok Besar China
Namun semua itu hanya dugaan. Tidak ada dalil sahih yang memastikan lokasi pasti tembok Yajuj dan Majuj.
Beberapa ilmuwan dan penafsir modern mencoba mengaitkan Yajuj dan Majuj dengan simbol-simbol kekuatan global yang destruktif.
Tapi pendekatan ini bukan arus utama. Mayoritas ahli tafsir tetap memahami keberadaan mereka sebagai makhluk nyata yang memang belum waktunya muncul.
Kemunculan Yajuj dan Majuj adalah bagian dari tanda besar kiamat, sebagaimana disebut dalam banyak hadis bersama kemunculan Dajjal, turunnya Nabi Isa, dan terbitnya matahari dari barat.
Artinya, hingga saat ini Yajuj dan Majuj belum keluar. Mereka akan muncul setelah Nabi Isa membunuh Dajjal dan masa damai sebentar terjadi di dunia.
Bangsa Yajuj dan Majuj tetap menjadi misteri besar dalam Islam. Kisah mereka bukan sekadar dongeng, tetapi bagian dari sistem keimanan terhadap perkara gaib yang Allah dan Rasul-Nya sampaikan.
Dalam konteks hari ini, kisah mereka menjadi pengingat bahwa tidak semua bisa dijawab oleh ilmu dan teknologi. Ada hal-hal yang harus kita imani dan waspadai, karena dunia tidak akan selamanya berjalan damai.
Editor : Agung Sedana