RadarBanyuwangi.id – Dinas Pendidikan (Dispendik) Banyuwangi serius dalam memperkuat pendidikan karakter siswa. Itu dengan penerapan program yang diluncurkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen), Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.
Program itu mulai dipaparkan kepada para kepala sekolah dan guru untuk diteruskan kepada seluruh siswa di Banyuwangi, saat kegiatan Bunga Desa di Desa Bedewang, Kecamatan Songgon, Kamis (19/6). “Ini dari program Pak Menteri (Abdul Mu'ti). Kami sudah melakukan Bimtek (Bimbingan Teknis) masif, sedangkan hari ini hanya sebagian kecil untuk penajaman di level kecamatan,” kata Suratno.
Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang dimaksud, jelas dia, terdiri Bangun Pagi, Beribadah, Berolahraga, Makan Sehat dan Bergizi, Gemar Belajar, Bermasyarakat, dan Tidur Cepat. Program ini diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam mendukung visi besar Indonesia untuk mencetak generasi unggul menuju Visi Indonesia Emas 2045. “Di tingkat dinas, kami sudah melakukan workshop mulai dari PAUD, SD, SMP, kepala sekolah dan guru, juga sudah diberi pengarahan seperti TOT (Training of Trainers),” terangnya.
Suratno berharap hasil TOT itu bisa diimplementasikan di seluruh sekolah. Nantinya, kata dia, akan ada semacam monitoring berdasar laporan yang harus diisi sesuai format-format yang sudah ada. “Akan dilihat sejauh mana anak-anak di Banyuwangi bisa mengimplementasikan 7 kebiasaan anak Indonesia hebat ini,” katanya.
Urgensi dari gerakan itu, Suratno menyebut saat ini ada banyak pengaruh-pengaruh dari luar termasuk medsos, yang dapat mendistrupsi dan bisa membuat anak-anak kesulitan dalam belajar. “7 kebiasaan anak Indonesia hebat ini dalam rangka memastikan anak-anak fokus belajar,” tandasnya.
Melalui program itu, terang Suratno, nantinya anak-anak akan diajak untuk menjadi individu yang religius, bermoral, sehat, cerdas, kreatif, disiplin, mandiri, dan bermanfaat. “Makanya kita saat ini ingin merevitalisasi program kendali belajar dan kendali ibadah, seperti penerapan jam malam. Kalau waktunya belajar ya enggak boleh berada di luar, waktunya mengaji ya harus mengaji,” pungkasnya.(sas/abi)
Editor : Agus Baihaqi