RADARBANYUWANGI.ID - Tahun ajaran baru 2025/2026 segera dimulai, dan seperti biasa, kalender pendidikan menjadi salah satu acuan penting bagi siswa, orang tua, dan tenaga pendidik.
Di Provinsi Jawa Timur, kalender tahun ajaran ini telah dirancang dengan memperhatikan keseimbangan antara hari efektif sekolah dan hari libur, baik yang bersifat nasional, keagamaan, maupun libur semester.
Kalender ini mencakup periode mulai dari pertengahan Juli 2025 hingga pertengahan Juli 2026.
Di dalamnya, tercantum jelas jadwal masuk sekolah, hari libur Minggu, hari besar nasional, cuti bersama, serta masa libur semester yang terbagi di akhir tahun dan pertengahan tahun.
Jika dijumlahkan, total hari efektif sekolah selama tahun ajaran 2025/2026 di Jawa Timur mencapai sekitar 279 hari.
Sementara itu, total hari libur baik Minggu, hari besar, cuti bersama, maupun libur semester berjumlah sekitar 86 hari.
Jumlah ini sesuai dengan ketentuan nasional yang menetapkan minimal 200 hari efektif dalam satu tahun ajaran.
Dengan distribusi yang cukup merata, kalender ini memungkinkan terjaganya kualitas pembelajaran sekaligus memberi ruang istirahat yang cukup bagi siswa dan guru.
Orang tua dan siswa dianjurkan untuk mencatat tanggal-tanggal penting dalam kalender ini sejak awal.
Perencanaan kegiatan belajar, kegiatan ekstrakurikuler, maupun perjalanan keluarga bisa disesuaikan dengan masa libur yang tersedia.
Selain itu, pihak sekolah juga dapat menggunakan kalender ini sebagai dasar menyusun program kerja, jadwal ujian, serta agenda akademik lainnya.
Kalender ini tidak hanya menjadi penanda waktu, tetapi juga alat manajemen pendidikan yang sangat penting sepanjang tahun ajaran.
Tahun ajaran ini secara resmi dimulai pada Senin, 14 Juli 2025. Pada bulan Juli tersebut, siswa baru dan lama menjalani masa orientasi dan penyesuaian, dengan jumlah hari efektif sekolah sebanyak 16 hari. Sementara itu, terdapat tiga hari libur Minggu, yaitu pada tanggal 13, 20, dan 27.
Memasuki Agustus 2025, jumlah hari efektif meningkat menjadi 26 hari. Namun, siswa tetap mendapatkan lima hari libur, terdiri dari empat hari Minggu dan satu hari besar nasional pada 17 Agustus untuk memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
September menjadi bulan dengan aktivitas belajar yang cukup intensif, dengan 25 hari efektif dan hanya lima hari libur, yakni empat hari Minggu dan satu hari besar pada 5 September.
Oktober 2025 melanjutkan pola serupa dengan 24 hari efektif dan empat hari Minggu sebagai hari libur. Tidak terdapat hari besar nasional di bulan ini, sehingga proses belajar mengajar berlangsung relatif lancar tanpa banyak jeda.
Pada November, siswa menjalani 25 hari efektif, diiringi lima hari libur yang semuanya merupakan hari Minggu.
Bulan Desember 2025 menjadi penanda akhir semester ganjil, sehingga hari efektif menurun menjadi 18 hari. Libur yang tersedia pun cukup banyak, mencapai 13 hari, yang terdiri dari empat hari Minggu, satu hari besar pada 25 Desember (Natal), satu hari cuti bersama pada 26 Desember, serta tujuh hari libur semester yang berlangsung sejak 22 Desember hingga akhir bulan.
Setelah libur akhir tahun, kegiatan belajar kembali dimulai pada Januari 2026. Bulan ini mencatatkan 25 hari efektif sekolah. Hari liburnya meliputi empat hari Minggu dan dua hari besar, yakni Tahun Baru pada 1 Januari dan perayaan Imlek pada 16 Januari.
Pada Februari, jumlah hari efektif berkurang menjadi 19 hari karena ada sembilan hari libur yang terdiri dari empat hari Minggu, satu hari besar pada 17 Februari, serta empat hari libur awal puasa di akhir bulan (tanggal 20, 21, 23, dan 24 Februari).
Maret 2026 menjadi bulan dengan libur terbanyak, hanya menyisakan 17 hari efektif. Siswa akan libur selama 14 hari, termasuk lima hari Minggu, tiga hari besar nasional berturut-turut pada 19, 20, dan 21 Maret, dua hari cuti bersama pada 23 dan 24 Maret, serta libur Lebaran yang jatuh pada 25 hingga 28 Maret.
Bulan April 2026 menjadi waktu untuk kembali menata pembelajaran setelah libur panjang. Siswa memiliki 25 hari efektif dengan hanya lima hari libur, yaitu empat hari Minggu dan Jumat Agung pada 3 April.
Pada Mei, hari efektif mencapai 23 hari. Namun, siswa tetap mendapat delapan hari libur yang terdiri dari empat hari Minggu dan empat hari besar nasional, yaitu pada tanggal 1, 14, 27, dan 31 Mei.
Juni 2026 menjadi bulan penutup semester genap, dengan hanya 16 hari efektif. Sisa harinya merupakan masa libur yang terdiri dari empat hari Minggu, tiga hari besar nasional (1, 16, dan 26 Juni), serta tujuh hari libur semester yang dimulai pada 22 Juni hingga akhir bulan.
Memasuki Juli 2026, kegiatan belajar masih belum dimulai. Seluruh bulan tersebut diisi oleh libur semester genap dan hari Minggu, sehingga tidak ada hari efektif sama sekali. Siswa akan tetap libur hingga 11 Juli 2026, kemudian bersiap untuk memasuki tahun ajaran baru 2026/2027 pada pertengahan bulan. Libur di bulan ini mencakup sepuluh hari libur semester dari tanggal 1 hingga 11 Juli, serta empat hari Minggu pada tanggal 5, 12, 19, dan 26.
Editor : Agung Sedana