RADARBANYUWANGI.ID - Rencana pengoperasian sekolah rakyat (SR) di Banyuwangi terus menunjukkan perkembangan positif.
Rabu (11/6), sosok yang ditugaskan sebagai kepala SR sudah ditetapkan. Dia adalah Chitra Arti Maharani.
Selain itu, animo masyarakat untuk mengakses SR juga tergolong tinggi. Setidaknya hal itu terbukti dari pendaftaran siswa baru sekolah tersebut. Bahkan hingga kemarin (11/6), kuota siswa baru SR sudah nyaris penuh.
Untuk diketahui, SR di Banyuwangi terdiri dari tiga jenjang pendidikan, yakni SD, SMP, dan SMA.
Perinciannya, SD sebanyak satu rombongan belajar (rombel) sedangkan SMP dan SMA masing-masing sebanyak dua rombel. Kuota setiap rombel sebanyak 25 siswa.
Hingga Rabu (11/6) kuota SMP sudah terisi penuh. Sedangkan SMA tersisa tiga kursi kosong.
Sebelumnya terdapat lima calon siswa jenjang SMA yang mengundurkan diri, namun bekalangan terdapat dua pendaftar baru.
Sementara itu, pendaftar jenjang SD hingga kemarin baru 12 calon siswa. Artinya, masih terdapat 13 kursi kosong di jenjang sekolah dasar.
Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Keluarga Berencana (Dinsos PPKB) Banyuwangi Khoirul Hidayat mengatakan, sebagian besar pengunduran diri calon siswa disebabkan keberatan orang tua terhadap sistem asrama yang diterapkan di SR.
Alasan yang sama juga mendasari kurangnya minat pendaftar di jenjang SD.
“Setelah kami datangi, sebagian besar orang tua maupun calon siswa merasa tidak siap atau tidak setuju dengan sistem asrama (boarding school) yang diterapkan sekolah rakyat,” ujarnya.
Khoirul menegaskan bahwa para calon siswa yang sudah terdaftar yang sudah diterima akan resmi menjadi siswa mulai Jumat (13/6) besok.
“Per 13 Juni status mereka berubah dari calon menjadi siswa tetap di sekolah rakyat,” tambahnya.
Ia juga menjelaskan bahwa secara format, sekolah rakyat tidak berbeda jauh dengan sekolah pada umumnya.
Perbedaan utamanya terletak pada sistem boarding school yang lebih menekankan pada pengembangan karakter siswa.
Dalam perkembangan terbaru, Kepala Sekolah Sekolah Rakyat juga telah resmi ditetapkan. “Baru saja (kemarin) diumumkan, Ibu Chitra Arti Maharani ditunjuk sebagai kepala sekolah rakyat,” jelas Khoirul.
Khoirul berharap, para siswa sekolah rakyat dapat mengikuti proses pendidikan dengan baik dan menunjukkan semangat belajar yang tinggi.
“Kami harap siswa yang bergabung bisa tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter serta jika sudah lulus memiliki nilai plus dari sekolah umumnya,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Banyuwangi Suratno menambahkan bahwa proses seleksi guru untuk sekolah rakyat masih berlangsung
“Saat ini (kemarin) sedang dalam tahap seleksi oleh Kementerian Sosial (Kemensos),” kata dia.
Seperti diberitakan, setelah melalui seleksi yang cukup ketat, dari sepuluh orang calon kepala sekolah rakyat akhirnya mengerucut tiga nama.
Tiga nama tersebut yaitu Muslikah dari SMAN 1 Bangorejo, Nanin Pasroni dari SMPN 1 Tegalsari, dan Chitra Arti Maharani dari SMAN 1 Giri.
Pengumuman hasil tersebut secara resmi tertuang dalam Surat Edaran Nomor 0532/B.B3/GT.03.00/2025 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Direktorat Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Tenaga Kependidikan (KSPSTK).
Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Suratno mengatakan, ketiga kandidat tersebut telah mengikuti rangkaian seleksi yang mencakup aspek penilaian Motivation, Future Oriented Leader, Coaching and Mentoring, Entrepreneurship, dan English Conversation Competence.
”Setelah proses seleksi ketat, kami menerima hasilnya. Dari sepuluh nama yang sudah mengikuti seleksi, kini mengerucut menjadi tiga nama bakal kepala Sekolah Rakyat,” ujar Suratno pertengahan Mei lalu (13/5). (cw6-Mohamad Ksatria/sgt)
Editor : Ali Sodiqin