RadarBanyuwangi.id – Ketika daya penciuman hilang, bukan hanya aroma bunga atau kopi di pagi hari yang tidak dapat tercium, tetapi juga pengalaman emosional dan kualitas hidup yang terpengaruh.
Kondisi ini disebut anosmia dan dapat disebabkan oleh flu, alergi, infeksi virus (termasuk COVID-19), polip hidung, atau cedera pada kepala.
Walaupun banyak kasus dapat membaik dengan sendirinya dalam beberapa minggu, ada berbagai cara yang terbukti dapat mempercepat pemulihan indra penciuman dengan cara yang aman dan efektif.
Pelatihan Penciuman (Smell Retraining)
Metode ini bertujuan untuk melatih ulang otak dan saraf penciuman dengan memperkenalkan aroma-aroma yang kuat dan sudah dikenal: lemon, mawar, cengkeh, eucalyptus.
Hirup setiap aroma selama 10–20 detik dengan memfokuskan ingatan saat mencium, kemudian istirahat beberapa detik sebelum mencium aroma berikutnya. Lakukan kegiatan ini dua kali sehari selama setidaknya tiga bulan.
Sebuah studi meta pada tahun 2021 mendukung keefektifan metode ini dalam membantu pemulihan indra penciuman setelah mengalami infeksi.
Bilas Hidung dengan Larutan Garam
Apabila hidung tersumbat akibat infeksi atau alergi, membilas saluran pernapasan menggunakan larutan saline (campuran garam dan soda kue) dapat sangat membantu.
Panaskan air, campurkan setengah sendok teh garam dan soda kue, dinginkan, lalu gunakan botol semprot untuk satu lubang hidung sambil memiringkan kepala.
Ulangi prosedur ini untuk lubang hidung yang lainnya beberapa kali dalam sehari.
Terapi Aroma Alami
Menggunakan bahan-bahan alami dengan aroma yang tajam dapat membantu merangsang penciuman:
Jahe: sediakan teh hangat, dapat mengurangi peradangan dan mengingatkan saraf untuk berfungsi kembali.
Minyak kayu putih, bawang putih, kopi, lemon, mint, dan bunga mawar: hirup secara berkala selama 20 detik, dua hingga tiga kali sehari. Bahan-bahan alami ini dikenal sangat efektif.
Mengonsumsi Obat dan Suplemen
Jika kondisi tidak menunjukkan perbaikan, berkonsultasi dengan dokter THT mungkin akan menghasilkan resep: semprotan hidung berbasis steroid (seperti budesonide), dekongestan, antihistamin, antibiotik (untuk infeksi bakteri), atau steroid oral untuk kasus polip hidung.
Suplemen seperti asam alpha-lipoic dan vitamin A juga dianggap berguna dalam pemulihan pasca-COVID. (*)
Editor : Ali Sodiqin