RadarBanyuwangi.id – Setiap tanggal 8 Juni, dunia memperingati Hari Laut Sedunia sebagai momen refleksi dan aksi nyata untuk menjaga kesehatan lautan yang menjadi sumber kehidupan bagi miliaran makhluk hidup di Bumi.
Tahun ini, peringatan Hari Laut Sedunia 2025 mengusung tema "Sustainable Fishing Means More", menyoroti pentingnya praktik perikanan berkelanjutan dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut dan kesejahteraan manusia.
Sejarah Singkat Hari Laut Sedunia
Gagasan Hari Laut Sedunia pertama kali dicetuskan pada Konferensi Bumi di Rio de Janeiro tahun 1992 oleh Kanada.
Namun, baru pada tahun 2008, Perserikatan Bangsa-Bangsa secara resmi menetapkan 8 Juni sebagai Hari Laut Sedunia.
Tujuan utamanya adalah meningkatkan kesadaran global tentang pentingnya lautan dan mendorong tindakan kolektif untuk melindunginya.
Tema tahun ini menekankan bahwa praktik perikanan yang berkelanjutan tidak hanya menjaga kelestarian sumber daya laut, tetapi juga memastikan keberlangsungan ekonomi dan pangan bagi masyarakat pesisir.
Dengan menerapkan metode penangkapan ikan yang ramah lingkungan dan menghindari eksploitasi berlebihan, kita dapat menjaga populasi ikan tetap stabil dan ekosistem laut tetap seimbang.
Lautan menghadapi berbagai ancaman serius, seperti perubahan iklim, polusi plastik, dan penangkapan ikan berlebihan.
Sebuah survei yang dilakukan oleh Marine Stewardship Council pada Maret 2025 mengungkapkan bahwa para ilmuwan dari 19 negara, termasuk India, memperingatkan tentang meningkatnya ancaman terhadap keanekaragaman hayati laut akibat perubahan iklim, polusi, dan penangkapan ikan berlebihan.
Mereka menyoroti suhu laut yang meningkat, cuaca ekstrem, dan masuknya polusi plastik sebagai faktor-faktor yang merusak ekosistem laut dan mata pencaharian nelayan skala kecil.
Peringatan Hari Laut Sedunia 2025 akan dibuka dengan konferensi di Nice, Prancis, pada 8 Juni, yang berlanjut dengan Konferensi Laut PBB dari 9 hingga 13 Juni.
Acara ini menjadi platform penting untuk memperkuat kolaborasi internasional dalam menjaga kesehatan lautan.
Di sisi lain, dokumenter terbaru berjudul "Ocean with David Attenborough" yang dirilis pada 7 Juni 2025, memberikan gambaran mendalam tentang kondisi lautan saat ini dan upaya-upaya restorasi yang sedang dilakukan.
Film ini menampilkan sinematografi yang memukau dan narasi yang menggugah, mengajak penonton untuk lebih peduli terhadap lautan. (*)
Editor : Lugas Rumpakaadi