RADARBANYUWANGI.ID - Pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMP Negeri jalur domisili resmi dimulai, Senin pagi (2/6).
Meski baru hari pertama, antusiasme pendaftar sangat tinggi. Bahkan, hanya dalam tempo beberapa jam, jumlah pendaftar di beberapa sekolah telah melampaui pagu yang tersedia.
Sejak pendaftaran dibuka secara daring (online) pukul 07.00 WIB kemarin, para pendaftar langsung “tancap gas” memasukkan berkas pendaftaran ke masing-masing sekolah tujuan.
Data Dinas Pendidikan (Dispendik) Banyuwangi menunjukkan bahwa beberapa SMP negeri mengalami kelebihan pendaftar pada hari pertama pendaftaran SPMB jalur domisili kemarin.
Di SMPN 1 Banyuwangi, misalnya, jumlah pendaftar sebanyak 188 orang, padahal kuota yang tersedia hanya 102 siswa.
Kondisi serupa juga terjadi di SMPN 1 Giri. Sekolah ini mencatat 140 pendaftar melalui jalur domisili, melebihi kuota yang juga berjumlah 102 siswa.
Pun demikian di SMPN 5 Banyuwangi, jumlah pendaftar mencapai 106 orang, sedangkan kuota yang tersedia hanya 95 orang.
Kepala Dispendik Banyuwangi Suratno melalui Kepala Bidang (Kabid) SMP Didik Eko Wahyudi menjelaskan, kuota siswa baru yang dialokasikan untuk pendaftar jalur domisili sebanyak 40 persen dari total pagu setiap sekolah. Seleksi dilakukan berdasar jarak tempat tinggal masing-masing pendaftar ke sekolah.
“Persyaratan jalur domisili mengacu pada radius maksimal 18 kilometer (km) secara garis udara dari rumah calon peserta didik ke sekolah yang dituju. Di luar radius tersebut, maka pendaftar dianggap tidak memenuhi syarat,” jelas Didik.
Kepala SMPN 1 Giri Hadi Bagijono mengakui bahwa jalur domisili menjadi jalur favorit karena dianggap paling mudah dan banyak diminati calon siswa.
“Belum sampai satu jam sejak pendaftaran dibuka, sistem langsung menunjukkan antrean pendaftar yang masuk. Ini menunjukkan antusiasme yang tinggi, terutama karena jalur domisili dianggap paling mudah persyaratannya oleh orang tua,” kata dia.
Ketua SPMB SMPN 1 Giri Dedi Susanto mengatakan bahwa suasana di sekolah tetap kondusif. Hal ini karena pendaftaran SPMB dilakukan sepenuhnya secara online, sehingga jumlah orang tua yang datang ke sekolah sangat minim.
“Hari ini (kemarin) hanya ada sekitar lima orang tua yang datang ke sekolah. Mereka sekadar ingin memastikan proses verifikasi data anaknya sudah benar,” terangnya.
Sementara itu, Humas SMPN 1 Banyuwangi Mazwin Mukaromah menyebut, masih ada kemungkinan jumlah pendaftar bertambah di hari kedua.
Namun, ia menegaskan bahwa karena jumlah pendaftar sudah melebihi kuota, maka pergeseran pemeringkatan masih mungkin terjadi.
“Sudah mulai terlihat pergerakan calon siswa yang mulai mengalihkan pilihan ke sekolah lain karena sudah tidak bisa masuk pemeringkatan,” terangnya.
Pendaftaran SPMB jalur domisili akan dibuka hingga pukul 15.00 hari ini, Selasa (3/6). Sistem akan melakukan pemeringkatan secara otomatis setiap pendaftar berdasar jarak tempat tinggal.
Selanjutnya, nama-nama siswa yang diterima di masing-masing SMP negeri tujuan akan digelar pukul 07.00 WIB, Rabu (4/6). (cw6/sgt)
Editor : Lugas Rumpakaadi