RADARBANYUWANGI.ID – Seleksi Pendaftaran Murid Baru (SPMB) jenjang SMA dan SMK di Banyuwangi tahun 2025 akan menghadirkan inovasi baru dengan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI).
Hal itu diharapkan bisa mempermudah wali murid dalam menentukan pilihan sekolah.
Proses SPMB mulai digelar pada 16 Juni. Dimulai dari jalur afirmasi, mutasi tugas orang tua, dan prestasi hasil lomba untuk jenjang SMA dan SMK.
Disusul dengan jalur prestasi nilai akademik SMA pada 22 Juni, jalur domisili dan jenjang SMA/SMK pada 26 Juni. Selanjutnya terakhir adalah jalur prestasi nilai akademik SMK pada 2 sampai 3 Juli 2025.
Yang membedakan, tahun ini Dinas Pendidikan Provinsi Jatim menggunakan teknologi AI untuk membantu para pendaftar.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur wilayah Banyuwangi Slamet Riyadi mengatakan, penggunaan teknologi AI bertujuan untuk memberikan kemudahan akses informasi dan transparansi kepada orang tua calon siswa. Terutama terkait proses SPMB.
”Dengan teknologi ini diharapkan orang tua siswa bisa mendapatkan jawaban dari setiap pertanyaan mereka terkait SPMB. Termasuk peluang anak mereka untuk bisa masuk di sekolah yang dituju,” ujarnya.
Lebih lanjut, Slamet Riyadi menjelaskan, melalui sistem berbasis AI, orang tua atau calon siswa dapat menanyakan berbagai hal seputar SPMB.
Mulai dari kriteria jalur prestasi, syarat masuk SMA/SMK, hingga mekanisme pemeringkatan.
Inovasi ini diharapkan dapat mempermudah wali murid dalam memahami proses seleksi tanpa harus terpaku pada membaca detail petunjuk teknis (juknis).
”Wali murid tidak perlu terlalu rumit untuk membaca juknis yang ada, namun sudah bisa memperkirakan peluang dari anak mereka,” imbuh Slamet Riyadi.
Dengan implementasi teknologi AI, Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur wilayah Banyuwangi berupaya meningkatkan efisiensi dan kejelasan informasi dalam pelaksanaan SPMB tahun 2025 sehingga proses penerimaan siswa baru dapat berjalan lebih lancar dan akuntabel.
”Ada dua program berbasis AI yang diluncurkan Dinas Pendidikan Jatim. Yaitu untuk SPMB dan DNA Talenta untuk mengetahui jurusan apa yang cocok bagi siswa selepas lulus sekolah,” pungkasnya. (fre/aif/c1)
Editor : Ali Sodiqin