RADARBANYUWANGI.ID — Kiprah dunia pendidikan Banyuwangi kembali mencuri perhatian.
Dalam ajang bergengsi East Java Innovation Education Summit (EJIES) 2025 yang digelar Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Banyuwangi menjadi peringkat ketiga sebagai daerah pengirim karya inovasi terbanyak se-Jawa Timur.
“Prestasi ini merefleksikan komitmen kuat Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Banyuwangi terhadap inovasi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK),” tegas Kasubag TU Cabang Dinas Banyuwangi, Setyo Agung Wahyudi, M.Pd., Selasa (27/5).
Ia menambahkan, capaian tersebut tak lepas dari peran Plt. Kepala Cabang Dinas, Drs. Slamet Riyadi, M.Pd., yang sejak menjabat 1 Mei 2025 langsung tancap gas mendorong budaya inovasi di kalangan GTK.
Sedikitnya ada empat faktor kunci di balik pencapaian ini. Pertama, kepemimpinan yang inovatif dari Cabang Dinas Pendidikan.
“Pak Slamet sangat aktif mendorong partisipasi GTK dalam EJIES. Ini langkah strategis dalam peningkatan kualitas pendidikan,” jelas Setyo.
Kedua, sinergi dan kolaborasi yang solid antara Cabdin, para pengawas, komunitas belajar GTK, hingga satuan pendidikan.
“Kami berjalan bersama, tidak ada yang merasa jalan sendiri,” imbuhnya.
Ketiga, antusiasme tinggi dari GTK Banyuwangi. Guru dan tenaga kependidikan di Bumi Blambangan disebut sangat terbuka terhadap perubahan dan aktif mengeksplorasi ide-ide kreatif di luar pendekatan konvensional.
Keempat, peran vital kepala sekolah dan Tim EJIES Cabdin yang dinilai berhasil memantik semangat inovasi lewat sosialisasi intensif dan fasilitasi teknis.
“Pendidikan Banyuwangi terus bergerak, berinovasi, dan menunjukkan bahwa profesionalisme GTK bukan hanya jargon, tapi diwujudkan lewat karya nyata,” tutup Setyo. (*)
Editor : Ali Sodiqin