Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Mengenal Lebih Dekat Tanaman Matoa! Si Manis dari Timur Indonesia

Bayu Shaputra • Selasa, 27 Mei 2025 | 21:00 WIB
Buah matoa.
Buah matoa.

RadarBanyuwangi.id - Tanaman matoa (Pometia pinnata) adalah pohon tropis yang berasal dari Papua dan tersebar luas di Asia Tenggara, Asia Selatan, serta Melanesia. Dikenal dengan buahnya yang manis dan kaya manfaat, matoa menjadi salah satu kekayaan hayati Indonesia yang patut dilestarikan.

Morfologi dan Jenis Matoa

Pohon matoa dapat tumbuh hingga ketinggian 20–40 meter dengan diameter batang mencapai 1,8 meter. Batangnya silindris, tegak, dan berwarna putih keabuan dengan percabangan simpodial yang membentuk tajuk rindang. Daunnya majemuk, tersusun berseling dengan 4–12 pasang anak daun yang berbentuk jorong hingga bundar telur. Daun muda berwarna merah cerah dan berubah menjadi hijau tua saat dewasa.

Buah matoa berbentuk bulat atau lonjong dengan panjang sekitar 5–6 cm. Kulit buahnya tebal dan keras, berwarna hijau, merah, atau kuning tergantung varietasnya. Daging buah berwarna putih kekuningan dengan tekstur kenyal atau lembek, tergantung jenisnya. Di Papua, dikenal dua jenis matoa berdasarkan tekstur daging buahnya:

- Matoa Kelapa: Daging buah kenyal seperti rambutan, diameter buah 2,2–2,9 cm, dan biji 1,25–1,4 cm.

- Matoa Papeda: Daging buah lembek dan lengket, diameter buah 1,4–2,0 cm.

Selain itu, matoa juga dibedakan berdasarkan warna kulit buahnya:

Manfaat Tanaman Matoa

Buah matoa kaya akan vitamin dan mineral, terutama vitamin C dan E, yang berperan sebagai antioksidan untuk menangkal radikal bebas. Kandungan tanin dalam buah ini juga membantu menurunkan tekanan darah tinggi dan menangkal penyakit kronis seperti stroke dan diabetes. Selain itu, vitamin E dalam matoa dapat meningkatkan kesuburan wanita dan menjaga kesehatan kulit.

Kayu matoa yang keras dan tahan lama dimanfaatkan dalam industri perkayuan untuk pembuatan bangunan, jembatan, dan perabotan. Kulit batangnya digunakan dalam pengobatan tradisional untuk mengatasi luka bakar dan cacar.

Budidaya dan Syarat Tumbuh

Matoa dapat dibudidayakan secara generatif (dari biji) maupun vegetatif (cangkok). Perbanyakan generatif memerlukan waktu 4–5 tahun untuk berbuah, sedangkan cangkok dapat mempercepat masa berbuah menjadi 2–3 tahun.

Tanaman ini tumbuh optimal pada daerah dengan curah hujan tinggi (>1200 mm/tahun) dan suhu antara 22–28°C. Matoa dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah, mulai dari berlempung hingga berpasir, dengan drainase baik. Topografi tempat tumbuhnya bervariasi dari datar hingga berlereng. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#Buah matoa