RADARBANYUWANGI.ID - Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) SD negeri tahun ajaran 2025/2026 resmi dimulai Senin hari ini (26/5).
Seluruh proses pendaftaran dilakukan secara daring (online), meliputi jalur afirmasi, mutasi, dan domisili.
Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Banyuwangi Suratno melalui Kepala Bidang (Kabid) SD Sutikno menyatakan, SPMB saat ini diperuntukkan bagi 208 SD dari total 746 SD negeri di Banyuwangi.
Sedangkan SPMB di 538 SD negeri yang lain dilaksanakan pada Juni mendatang.
Sutikno menuturkan, khusus 208 SD yang membuka SPMB mulai hari ini melangsungkan seleksi melalui semua jalur, yakni afirmasi, mutasi dan domisili.
”Sementara SD lainnya menyusul sesuai jadwal dan hanya membuka jalur domisili saja,” ujarnya.
Sutikno menjelaskan, 208 SD yang melangsungkan SMPB kali ini adalah sekolah dengan jumlah murid 150 orang atau lebih.
Sementara sisanya adalah SD dengan jumlah murid kurang dari 150.
Pendaftaran jalur afirmasi dan mutasi dibuka mulai pukul 07.00 hari ini (26/5) hingga Rabu (28/5) pukul 15.00.
Pemilihan sekolah jalur afirmasi dapat dilakukan sebanyak tujuh kali, sedangkan jalur mutasi diperbolehkan memilih satu sekolah.
Total kuota jalur afirmasi di 208 SD yang membuka pendaftaran mulai hari ini sebanyak 2.164 murid sesuai pagu 25 persen.
Sedangkan jalur mutasi tersedia 566 kursi atau 5 persen. Selebihnya, jalur domisili sebanyak 6.054 atau 70 persen. Sementara itu, total pagu SD yang hanya akan melangsungkan jalur domisili mencapai 15.091 kursi.
Sutikno menambahkan, aturan main SPMB SD tidak jauh berbeda dengan syarat penerimaan jenjang SMP sesuai aturan Permendikdasmen Nomor 3 Tahun 2025.
”Syaratnya sama, afirmasi untuk warga kurang mampu dan disabilitas, mutasi untuk anak anggota TNI/Polri, aparatur sipil negara (ASN), pegawai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang pindah tugas. Sedangkan jalur domisili berdasar wilayah,” bebernya.
Pihak Dinas Pendidikan mengingatkan seluruh peserta untuk mencermati jadwal dan ketentuan setiap jalur dengan teliti.
Kepala sekolah diminta memaksimalkan penerimaan jalur afirmasi untuk mencegah anak putus sekolah. (cw4/sgt/c1)
Editor : Ali Sodiqin