Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Pendaftaran Jalur Afirmasi Ditutup, 10 SMP Negeri di Banyuwangi Nihil Peminat

Agung Sedana • Sabtu, 24 Mei 2025 | 14:26 WIB
SMPN 2 Glenmore termasuk 10 sekolah yang inim pendaftar jalur afirmasi tahun 2025. (foto: annibuku)
SMPN 2 Glenmore termasuk 10 sekolah yang inim pendaftar jalur afirmasi tahun 2025. (foto: annibuku)

RADARBANYUWANGI.ID – Pendaftaran Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) jalur afirmasi jenjang SMP negeri resmi ditutup pukul 19.00 Selasa (20/5) lalu.

Hasilnya pun sudah diumumkan pada Rabu (21/5). Dari total 73 SMP negeri di Banyuwangi, sebanyak 10 di antaranya nihil pendaftar.

Berdasar data Dinas Pendidikan (Dispendik) Banyuwangi, sekolah-sekolah yang nihil pendaftar jalur afirmasi tersebut berada di wilayah Kecamatan Kalibaru, Glenmore, Pesanggaran, dan Wongsorejo. Mayoritas merupakan sekolah satu atap.

Kepala Dinas Pendidikan Suratno melalui Kepala Bidang (Kabid) SMP Didik Eko Wahyudi mengatakan, sepuluh sekolah yang nihil pendaftar tersebut menyumbang 125 kuota kosong alias tak terserap dari total 2.409 total kuota yang tersedia.

”Kuota kosong ini akan dialihkan ke jalur domisili,” ujarnya kemarin (23/5).

Sepuluh sekolah tersebut antara lain, SMPN 2 Glenmore, SMPN 2 Kalibaru, SMPN 3 Kalibaru Satu Atap, SMPN 4 Kalibaru Satu Atap, dan SMPN 5 Kalibaru Satu Atap. Selain itu, SMPN 3 Pesanggaran Satu Atap, SMPN 1 Wongsorejo, SMPN 2 Wongsorejo Satu Atap, SMPN 3 Wongsorejo Satu Atap, serta SMPN 4 Wongsorejo Satu Atap juga nol pendaftar jalur afirmasi.

Didik menuturkan, ada beberapa kemungkinan alasan sepuluh SMP negeri tersebut nihil pendaftar jalur afirmasi.

Pertama, orang tua yang lebih memilih jalur domisili atau jalur afirmasi di sekolah yang berdekatan.

 ”Bisa jadi, sekolah ini berdekatan dengan sekolah lain. Sehingga orang tua lebih memilih yang lebih favorit, misalnya,” kata dia.

Kemungkinan lain adalah faktor ekonomi. Masyarakat lebih memilih jalur domisili, yang artinya orang tua tersebut sadar bahwa jalur afirmasi hanya diperuntukkan bagi warga tidak mampu dan disabilitas.

”Ada yang lebih memilih domisili daripada afirmasi, alasannya pun beragam. Mungkin karena kesadaran diri atau bisa jadi ada alasan lainnya. Yang jelas, kami sudah meminta sekolah untuk memaksimalkan jalur afirmasi ini agar tepat sasaran,” terangnya.

Sementara itu, untuk jalur mutasi, tercatat ada 20 sekolah yang menjadi jujukan pendaftar.

Jalur ini diperuntukkan bagi calon murid baru yang pindah domisili karena pekerjaan orang tua, misalnya anak aparatur sipil negara (ASN), anggota TNI/Polri, dan karyawan BUMN/BUMD.

Syaratnya harus dibuktikan dengan SK mutasi yang berlaku maksimal 1 tahun sejak terbit. (cw4/sgt/c1)

Editor : Ali Sodiqin
#SMP negeri #pendaftaran siswa baru #banyuwangi #SPMB 2025 #nihil pendaftar