Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Final Lomba Bertutur: Peserta Bawakan Cerita Asal Usul Banyuwangi hingga Perang Puputan Bayu

Redaksi • Kamis, 22 Mei 2025 | 11:16 WIB
PENUH PENGHAYATAN: Peserta unjuk aksi pada final Lomba Bertutur di aula kantor Disperpusip Banyuwangi, Rabu (21/5).
PENUH PENGHAYATAN: Peserta unjuk aksi pada final Lomba Bertutur di aula kantor Disperpusip Banyuwangi, Rabu (21/5).

RADARBANYUWANGI.ID – Suasana penuh antusias mewarnai final ”Lomba Bertutur” yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) bersama Jawa Pos Radar Banyuwangi (JP-RaBa) kemarin (21/5).

Para peserta unjuk kebolehan menceritakan sejarah, legenda, hingga cerita rakyat dengan penuh penghayatan dalam kegiatan yang digelar di aula kantor Disperpusip tersebut.

Lomba bertutur kali ini merupakan kompetisi bercerita bagi siswa tingkat SD/sederajat. Tujuannya untuk menumbuhkan kecintaan terhadap budaya lokal dan memperkuat identitas daerah.

Para peserta menceritakan berbagai kisah daerah penuh penghayatan. Ada yang membawakan cerita tentang ”Asal Usul Banyuwangi”, ”Perang Puputan  Bayu”, ”Asal Usul Tarian Seblang”, hingga ”Kebo Marcuet”, dan sebagainya.

Tidak hanya ekspresi, intonasi saat menyampaikan kalimat per kalimat pun seolah mampu membawa penonton dan dewan juri ”masuk” ke cerita yang mereka bawakan.

Dalam lomba bertutur kali ini, peserta dinilai berdasar beberapa kriteria utama, yaitu kepercayaan diri saat tampil, penguasaan panggung, serta kemampuan berinteraksi dengan penonton.

Ketiga aspek tersebut mencerminkan sejauh mana peserta mampu menyampaikan cerita secara menarik, hidup, dan meyakinkan.

Salah satu juri, Aekanu Hariyono mengapresiasi keberanian dan kreativitas para peserta dalam membawakan cerita tradisional dengan gaya yang menarik.

”Bagi taraf siswa SD/MI penampilan mereka sudah luar biasa. Mulai dari pembawaan, gaya bahasa, hingga ekspresi mereka sudah di atas rata-rata,” ujar sastrawan sekaligus budayawan Banyuwangi tersebut.

Aekanu menambahkan, kompetisi ini mendorong peningkatan literasi dan cinta budaya lokal bagi generasi muda. Harapannya, generasi muda terus menjunjung tinggi nilai tradisi dan budaya di Banyuwangi.

Panitia Lomba Bertutur Gerda Sukarno mengatakan bahwa dari segi kualitas, para peserta sudah memiliki kompetensi bercerita yang sangat bagus bahkan banyak di antaranya telah pernah menjadi juara ajang serupa.

”Harapan di tahun-tahun mendatang, kegiatan lomba bertutur ini dapat terus berkembang dengan jumlah peserta semakin banyak serta penyelenggaraan yang semakin semarak dan penuh gebyar,” harapnya. (cw5-Dalila Adinda/sgt/c1)

Editor : Ali Sodiqin
#asal usul banyuwangi #Perang Puputan #lomba bertutur