RADARBANYUWANGI.ID – Momen Hari Kebangkitan Nasional 2025 menjadi semakin istimewa bagi dunia pendidikan di Banyuwangi.
Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Suratno menerima penghargaan sebagai ASN Berprestasi Kategori Pimpinan Tinggi Pratama dalam penilaian kinerja ASN yang digelar oleh Pemkab Banyuwangi.
Penghargaan diserahkan langsung Bupati Ipuk Fiestiandani kepada Suratno dalam rangkaian upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) di halaman kantor Pemkab Banyuwangi, Selasa (20/5).
Selain kategori Pimpinan Tinggi Pratama, penghargaan ASN Berprestasi juga diberikan kepada abdi negara kategori administrator, pengawas, dan karyawan.
Penghargaan ini diberikan kepada para aparatur sipil negara (ASN) yang kinerjanya dinilai telah melampaui ekspektasi.
Suratno terpilih berdasar hasil seleksi ketat dan penilaian objektif oleh tim juri dari berbagai latar belakang, baik dari unsur pemerintahan maupun non-pemerintahan.
Suratno memang bukan pendatang baru dalam hal inovasi pelayanan publik. Dalam dua tahun terakhir, Dispendik Banyuwangi konsisten menjadi wakil daerah di ajang nasional Sistem Inovasi Pelayanan Publik (Sinovik) Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB).
Diawali tahun 2023 lalu, inovasi Layanan Inklusif bagi Peserta Didik Berkebutuhan Khusus (Lebur Seketi) sukses menembus Top 45 layanan publik terbaik tingkat nasional.
Tahun 2024, Dispendik kembali lolos seleksi dan dipercaya tampil di panggung nasional untuk menunjukkan inovasi terbarunya.
”Ini bukan penghargaan pribadi, tapi hasil kerja kolektif seluruh insan pendidikan di Banyuwangi,” ujar Suratno, Selasa (20/5).
Suratno menyampaikan terima kasih kepada seluruh kepala sekolah, guru, hingga tenaga kependidikan non-guru yang telah bahu-membahu membangun sistem pendidikan yang lebih manusiawi dan inklusif.
Baca Juga: Respon PNS Guru SD Bolos 3 Tahun, Kepala Dispendik Tuban: Sedang Ditangani BKPSDM
Menurutnya, kunci dari inovasi berkelanjutan adalah cinta terhadap pekerjaan dan keikhlasan dalam menjalankannya.
”Kalau bekerja di pendidikan, maka cintailah murid-muridmu. Karena dari situlah energi untuk berinovasi itu muncul,” tuturnya.
Suratno pun mengingatkan bahwa prestasi bukanlah garis akhir melainkan proses yang terus bergulir.
”Anggaplah penghargaan ini sebagai pengingat bahwa belajar itu seumur hidup. Kita harus jadi long life learner, terus berbenah, dan tidak cepat puas,” tandasnya. (cw4/sgt/c1)
Editor : Ali Sodiqin