RadarBanyuwangi.id - Buah naga merupakan tanaman yang membutuhkan perawatan khusus, terutama saat memasuki musim hujan.
Pada musim ini, serbuk sari dari bunga buah naga mudah jatuh atau hilang akibat terpapar air hujan. Kondisi ini dapat menyebabkan bunga gagal berkembang menjadi buah yang sempurna.
Untuk mengatasi masalah ini, para petani menggunakan lampu kuning sebagai solusi agar tanaman tetap tumbuh optimal.
Suhu yang ideal bagi buah naga biasanya cukup hangat, seperti suhu siang atau sore hari.
Namun, saat musim hujan tiba, udara menjadi lebih dingin dan lembap, yang bisa menghambat proses penyerbukan dan pertumbuhan buah.
Oleh karena itu, lampu kuning digunakan untuk mensimulasikan kondisi hangat seperti saat siang atau sore hari.
Penggunaan lampu kuning ini bertujuan untuk menciptakan suasana yang mendukung aktivitas biologis tanaman, seperti proses fotosintesis dan penyerbukan.
Dengan cahaya hangat dari lampu tersebut, buah naga seolah “dibangunkan” dari kondisi dingin dan kembali aktif dalam proses reproduksinya.
Walaupun watt lampu yang digunakan bisa berbeda-beda, prinsip utamanya adalah menciptakan lingkungan yang menyerupai kondisi alami siang hari agar tanaman dapat terus tumbuh dan berkembang dengan baik.
Lampu ini membantu buah naga untuk mempertahankan serbuk sari dan memperlancar proses pembentukan buah meski cuaca sedang tidak bersahabat.
Dengan teknik ini, petani bisa menjaga kualitas dan hasil panen buah naga tetap maksimal meskipun menghadapi musim hujan yang menantang.
Jadi, lampu kuning bukan hanya alat penerangan, melainkan bagian penting dalam strategi budidaya buah naga. (*)
Editor : Ali Sodiqin