RadarBanyuwangi.id - Payung bukan sekadar pelindung dari air hujan, melainkan aksesori multifungsi yang hadir dalam beragam bentuk dan teknologi.
Mulai dari payung lipat superkompak hingga payung kertas tradisional yang kaya estetika budaya, tiap jenis menawarkan keunggulan khusus baik dari segi portabilitas, ketahanan angin, maupun nilai seni.
Berikut ulasan 10 jenis payung populer beserta detail kecil seperti bahan, struktur kerangka, dan penggunaan idealnya.
1. Payung Lipat (Folding Umbrella)
Payung lipat, atau payung teleskopik, memiliki gagang yang dapat dipendekkan sehingga muat dalam tas tangan. Model 3‑fold paling umum, meski ada juga 2‑fold, 4‑fold, hingga 5‑fold.
- Bahan Kanopi: Polyester DWR‑treated (20–40 denier) untuk penolakan air cepat.
- Bobot: Sekitar 300–500 g, ideal untuk pejalan kaki dan komuter.
2. Payung Otomatis (Automatic Umbrella)
Payung otomatis membuka dan menutup dengan satu tekan tombol, memudahkan penggunaan saat tangan sibuk.
- Ribs: Biasanya 7–8 tulang payung dari fiberglass untuk fleksibilitas dan ketahanan.
- Desain: Banyak merek menyediakan model wind‑vented untuk mengurangi tekanan angin.
3. Payung Golf (Golf Umbrella)
Payung golf berukuran besar (diameter 120–140 cm) untuk cakupan maksimal, sering dipakai di lapangan golf atau sebagai payung promosi.
- Frame: Baja atau aluminium tebal agar tak mudah bengkok.
- Gagang: Lurus dengan grip ergonomis, memadai menopang angin kencang.
4. Payung Anti-Angin (Windproof Umbrella)
Didesain khusus melawan angin kencang, payung ini memakai double‑layer canopy atau ventilasi di puncak untuk mengalirkan tekanan.
- Material Ribs: Fiberglass reinforced untuk lentur namun tak mudah patah.
- Canopy: Biasanya 10–16 tulang payung untuk distribusi beban lebih baik.
5. Payung Transparan (Bubble Umbrella)
Payung bubble terbuat dari plastik transparan TPU atau PVC, berbentuk cembung menutupi lebih banyak tubuh dan menjaga visibilitas.
- Diameter: 90–100 cm.
- Keunggulan: Suasana cerah meski di bawah hujan deras.
6. Payung Kertas (Oil‑Paper Umbrella)
Payung kertas tradisional, atau oil‑paper umbrella, berasal dari Tiongkok dan Jepang; kanopi kertas digosok minyak supaya tahan air.
- Ukuran: Rentang lebar 60–80 cm.
- Fungsi: Selain pelindung hujan, digunakan dalam upacara pernikahan dan tari tradisional.
7. Payung Parasol (Sun Umbrella)
Parasol dirancang untuk memblokir sinar matahari, bukan air hujan. Kanopi biasanya dari katun atau linen bercorak, dengan lapisan UV coating hingga UPF 50+.
- Diameter: 80–100 cm.
- Gagang: Kayu atau logam ringan, sering dihias renda.
8. Payung Ritual Payung Mesikhat
Payung mesikhat adalah payung upacara adat Alas, Aceh, dengan kanopi kain hitam berbordir perak, digunakan dalam pernikahan dan upacara keagamaan.
- Warisan: Dipelihara keluarga turun‑temurun.
- Detail: Hiasan kain dan jumbai perak di keliling tepi.
9. Payung Golf Terbalik (Reverse‑Close Umbrella)
Desain membuka dan menutup terbalik (inverted), sehingga bagian basah terkunci di dalam, meminimalkan cipratan air saat menutup.
- Keunggulan: Berdiri sendiri saat ditutup, mudah menjemur.
- Frame: Ribs ganda memberikan struktur kokoh.
10. Payung Compact Travel
Payung compact travel ultra‑light (200–300 g) dengan material ripstop nylon dan frame aluminium, dapat dikemas dalam pouch seukuran telapak tangan.
- Fitur: Beberapa model dilengkapi filter UV dan open/close otomatis.
- Ketahanan: Ideal untuk pelancong yang membutuhkan portabilitas maksimal.