Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Evolusi Piyama: Dari Mogul’s Breeches hingga Sleepwear Pintar

Bayu Shaputra • Sabtu, 17 Mei 2025 | 06:30 WIB
Bajau piyama (Ilustrasi AI).
Bajau piyama (Ilustrasi AI).

RadarBanyuwangi.id - Baju tidur atau piyama memiliki akar sejarah yang panjang, bermula dari pakaian longgar di Asia Selatan hingga menjadi ikon sleepwear di Barat.

Kata “pijama” berasal dari bahasa Hindi-Urdu pāy-jāma yang berarti “pakaian kaki” dan digunakan di Kekaisaran Ottoman sejak abad ke-13.

Pada era Mughal dan Kesultanan di India, wanita dan pria memakai celana longgar berikat tali pinggang sebagai busana santai sehari-hari maupun malam hari.

Para penjajah Inggris mengadopsi pakaian ini sebagai “lounging attire” pada abad ke-17, menyebutnya “mogul’s breeches” sebelum akhirnya populer sebagai sleepwear di masa Victoria sekitar 1870-an.

Seiring waktu, desain dan bahan piyama berkembang pesat dari katun dan sutra hingga serat sintetis modern menyesuaikan fungsi, tren mode, dan kebutuhan kenyamanan.

1. Asal-Usul dan Etymologi

Pada abad ke-13, istilah pāy-jāma (pāy “kaki” + jāma “pakaian”) sudah dipakai di wilayah Persia dan India untuk celana longgar dengan tali pinggang.

Piyama awalnya bukan khusus pakaian tidur, melainkan busana santai atau pakaian luar yang dikenakan kaum wanita dan pria di lingkungan rumah dan istana.

2. Pengantar ke Dunia Barat

2.1 Abad ke-17: Mogul’s Breeches

Jean de Thévenot, penjelajah Perancis, mencatat pada 1660-an bahwa orang Portugis di Goa mengenakan “pyjamas” untuk tidur. Di Inggris, celana ini disebut “Mogul’s breeches” dan dipakai sebagai pakaian rumah tetapi belum menjadi mode tidur umum.

2.2 Era Victoria: Sleepwear untuk Pria

Baru pada sekitar 1870, setelah para kolonial Inggris kembali dari India, piyama diadopsi sebagai pakaian tidur pria di Barat. Desainnya berupa set kemeja dan celana panjang dari katun atau sutra, menggantikan baju tidur tradisional.

3. Evolusi Desain dan Bahan

Sejak awal abad ke-20, piyama berkembang menjadi berbagai gaya:

 Bahan juga beragam: sutra halus pada tahun 1920-an, katun katun bercorak di 1950-an, hingga rayon dan viscose pada era pasca-Perang Dunia II. Abad ke-21 menambahkan serat sintetis berteknologi tinggi untuk moisture-wicking dan kontrol suhu.

4. Piyama dalam Budaya Populer

Piyama melekat pada citra relaksasi dan keintiman rumah.

5. Tren Terkini dan Masa Depan

Tren piyama terkini menekankan:

Editor : Ali Sodiqin
#asal usul #piyama #Sejarah piyama #baju tidur